<-- The Church: God's Workmanship

Jemaat:  Karya Allah

(Efesus 2:1-10)

Efesus:  Pelajaran 5

 

Copr. 2005, Bruce N. Cameron.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain.  Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran.  Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan:  Minggu lalu, Paulus memberkati kita dengan pembahasannya tentang segala kekayaan dan kuasa yang diberikan kepada kita oleh Bapa kita di Surga melalui Yesus dan Roh Kudus.  Minggu ini, Paulus mengingatkan kita mengenai keberadaan kita dahulu dan apa yang harus kita hadapi sebelum Allah turun tangan dalam hidup kita untuk memberi kita pengharapan.  Apakah saudara terkadang merasa tidak punya harapan? Apakah hidup ini mengecewakan saudara?  Allah telah melakukan perkara-perkara besar bagi saudara.  Mari selami pelajaran kita!

 

1.      Mati

1.      Baca Efesus 2:1-2.  Apa kondisi kita saat Allah “menemukan” kita? (Kita sudah mati)

1.      Mengapa kita mati? (Pelanggaran (penyelewengan) dan dosa kita membunuh kita)

2.      Efesus 2:2 menyebutkan bahwa kita “dahulu hidup” dalam pelanggaran dan dosa. Apa artinya “hidup” dalam dosa? Mengapa tidak sekedar mengatakan kita berdosa di masa lampau? Arti tambahan apa muncul dari pernyataan bahwa kita hidup dalam dosa? (Dosa adalah suatu sikap, suatu pola hidup. Dosa bukanlah semata suatu saat tertentu saat kita jatuh, itu adalah pola dan praktek dalam hidup kita.)

1.      Paulus menghubungkan pola dosa kita dengan “jalan dunia ini.” Semasa muda di sekolah Kristen, sepertinya tujuan sekolah tersebut adalah menjadikan saya tampak “beda” dari dunia dalam cara-cara yang kelihatannya tidak bermakna. Apa artinya  menjauhi “jalan dunia ini?" Bagaimana seharusnya kita menjauhi jalan “dunia?” (Hanya karena dunia melakukan suatu hal, tidaklah berarti hal tersebut terlarang bagi kita. Paulus menghubungkan “jalan dunia ini” dengan jalan “penguasa kerajaan angkasa.” Paulus menajamkan gambar dengan mendeskripsikan orang mati sebagai "orang-orang durhaka.”  Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menggunakan istilah “orang-orang yang tidak taat kepada Allah.” Jika terlihat dan bertindak seperti dunia menyangkut juga ketidaktaatan kepada Allah, matilah saudara.)

1.      Baca 2 Korintus 4:4.  Dapatkah kita bersandar pada penilaian kita terhadap jalan dunia ini?

2.      Setan Udara

1.      Efesus 2:2 jelas-jelas sedang membicarakan Setan.  Mengapa setan didambarkan sebagai “penguasa kerajaan angkasa?” Apa ini sebuah peringatan terhadap penggunaan mikrofon nirkabel (wireless) di gereja? (The IVP Background Commentary menerangkan bahwa dalam budaya Yahudi di jamannya Paulus orang meyakini bahwa “roh-roh jahat menguasai lapisan terbawah langit (yakni atmosfir) jauh di bawah lapisan tempat malaikat-malaikat tertinggi Allah dan tahtaNya.”)

1.      Apakah perkataan Paulus merupakan suatu contoh dari ilmu pengetahuan yang buruk, atau dapatkan saudara menghubungkannya kepada dunia jaman ini? (Kita dapat menghubungkan pernyataan ini dalam dua cara.  Pertama, pemikiran bahwa Setan menguasai pikiran orang dunia kelihatan sepenuhnya benar.  Hal ini mencerminkan pernyataan Yesus dalam Matius 7:13-14. Kedua, pengaruh Setan atas dunia ini dinyatakan dalam penguasaan Setan terhadap “gelombang udara” jaman ini – televisi dan radio.)

2.      Ketika Efesus 2:2 menyebutkan “roh”, adakah Paulus menyebut Setan suatu “roh” seperti Roh Kudus? (Kata Gerika (“pneuma”) yang digunakan di sini terkadang menunjuk kepada Roh Kudus.  Iblis sering disebut sebagai “roh-roh.” Lihat misalnya Markus 1:26-27; Matius 12:45.  Namun, saya pikir kata yang digunakan di sini digunakan untuk mendeskripsikan sikap manusia.  Sebagai contoh, Matius 5:3 (“miskin di hadapan Allah”) dalam Alkitab King James Version digunakan istilah “poor in spirit” -- miskin dalam roh -- dan Markus 8:12 (“mengeluhlah Ia dalam hati-Nya”) dalam Alkitab King James Version digunakan istilah “sighed deeply in His spirit” – mengeluh dalam-dalam dalam rohNya, menunjuk kepada suatu sikap atau pemikiran yang dalam, bukan menunjuk kepada Setan.)

1.      Sebagai penyanding, saat mempelajari materi ini, saya perhatikan bahwa kata Gerika yang sama ini digunakan dalam Markus 1:12-13 untuk menggambarkan “roh” yang membawa Yesus ke padang gurun untuk menderita 40 hari dicobai oleh Setan. Sebelumnya saya diajar bahwa Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun, dan coba menjelaskan hal yang tampaknya tidak masuk akal.  Namun, setelah melihat bagaimana kata ini dapat diterjemahkan, saya kini berpikir Setanlah “roh” yang membawa Yesus ke padang gurun.”)

3.      Mampukah Setan dan malaikat-malaikat jahat berada di lebih dari satu tempat seperti Roh Kudus? (Bandingkan Wahyu 12:9-12 dengan Matius 12:43-45. “Roh” yang hadir dimana-mana tidak dapat “dilemparkan ke bawah.” Roh yang maha hadir tidak akan digambarkan berpindah untuk tinggal pada orang tertentu.  Setan dan malaikatnya memiliki kuasa untuk tidak kasat mata, tapi mereka tidak maha hadir (hadir di mana-mana sekaligus) sebagaimana Roh Kudus.) Tapi tengoklah Yohanes 15:26

1.      Hiburan apa yang terkandung dalam kenyataan ini? (Saudara dan saya tidak mungkin secara langsung dicobai oleh Setan. Ia dibatasi dalam cara yang sama yang olehnya kita dibatasi. Saya hanya bisa berada di suatu tempat pada hari Sabat secara fisik mengajar pelajaran ini.  Internet mengijinkan pengaruh saya dirasakan di seluruh dunia.  Namun, tak seorangpun dapat dipengaruhi oleh pelajaran ini kecuali mereka memilih demikian. Kita dengan sukarela mengijinkan masuk ke dalam hidup kita banyak cara oleh mana Setan menebarkan pengaruhnya.)

4.      Baca Efesus 6:12-13. Bagaimanakah ayat ini menolong kita untuk memahami pernyataan Paulus dalam Efesus 2:2 bahwa dahulu kita mengikuti jalan dari “penguasa kerajaan angkasa?” (Pertempuran rohani kita bukanlah melawan sesama orang berdosa – orang-orang seperti kita dahulu – tapi lebih kepada melawan pengaruh kejahatan yang disebarkan oleh Setan.)

1.      Jika demikian halnya, bagaimana seharusnya kita bertindak sebagai sekutu Allah? (Nampaknya mengutuk/menyalahkan pribadi-pribadi di dunia (gantinya dosa) adalah pertempuran yang keliru. Pertempuran yang tepat adalah memastikan bahwa pengaruh kehidupan kita dan perkataan kita dan perbuatan kita adalah demi kebenaran.)

1.      Apa pengaruh saudara di rumah dan di tempat kerja? Sudahkah saudara memikirkannya?

3.      Solusi bagi Kesulitan

1.      Baca Efesus 2:3. “Murka” siapa yang sedang kita bicarakan? (Murka Allah.)

1.      Apa yang memicu murka Allah dalam hidup kita? (“Hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat.”)

1.      Apakah saudara mengerti apa yang Paulus tuliskan? Dapatkah saudara mengenali “hawa nafsu daging” saudara dengan “kehendak atau pikiran-” nya?

1.      Berapa banyak dari keinginan dan pikiran ini dapat dilacak balik kepada pengijinan “Setan Udara” (informasi lewat gelombang udara) masuk ke dalam hidup saudara?”

2.      Baca Efesus 2:4-5.  Kapan Yesus menyelamatkan saudara (kita)? (Saat kita dahulu mati.)

1.      Akankah upaya mengerahkan segala tenaga untuk mencegah masuknya “Setan Udara” ke dalam hidup kita memberi kita hidup? (Tidak. Kemurahan Allah bagi kita tidak terkait dengan jasa baik. Hal tersebut bermula dalam kasih Allah bagi kita, bukan dalam perbuatan kita. Namun, tatkala Paulus menyatakan dalam Efesus 2:2 bahwa kita “dahulu hidup” dalam jalan Setan, ia maksudkan bahwa diharapkan ada perubahan dalam hidup kita.)

3.      Baca Efesus 2:6-7.  Mengapa Allah menunjukkan kasih karunia kepada kita melalui Yesus? (Allah baik kepada kita.)

1.      Kapan kita akan menuai pahala penuh atas kebaikan Allah kepada kita? (“Pada masa yang akan datang.” Kadang-kadang kita tidak merasa bahwa hidup begitu baik bagi kita. Allah memberi kita hidup dan harapan bagi masa yang akan datang saat dosa tidak akan menjadi bagian dalam pengalaman keseharian kita.  Kelak tiidak akan ada lagi “hari-hari buruk.”)

4.      Baca Efesus 2:8-9. Apakah ada bagian dari keselamatan kita yang menjadi tanggung jawab kita? (Dalam ayat yang terkenal ini, Paulus mengatakan bahwa kasih karunia adalah pemberian dari Allah dan bukanlah sesuatu yang kita dapatkan dari hasil usaha kita. Namun demikian, kita mempunyai peran di untuk dimainkan di dalamnya.  Peran tersebut adalah “melalui iman.” Keselamatan bukan berasal dari kita, tapi kita harus menerimanya oleh iman.)

5.      Baca Efesus 2:10.  Peran apa yang dimainkan “pekerjaan” dalam hidup kita? Peran apa yang dimainkan penurutan dalam hidup kita? (Dahulu kita mati dalam dosa-dosa kita. Dari kebaikanNya Allah Bapa, melalui Yesus, memberi kita hidup kekal. Kita tidak melakukan suatu apapun untuk ini. Kita semata menerimanya oleh iman.  Allah memberi kita hidup baru ini dengan harapan bahwa kita akan melakukan pekerjaan baik (“diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik”).)

6.      Sobat, Allah menyelamatkan engkau dari kematian dan kehidupan lamamu. Akankah engkau menerima tawaran kasih karuniaNya dan masuk ke dalam sebuah kehidupan baru, kehidupan pelayanan bagiNya?

  1. Pekan depan:  Jemaat Tanpa Tembok Pemisah.