<-- Themes in Relationships

 

Topik tentang Hubungan Sejati

(Epesus 1)

Efesus:  Pelajaran 2

 

Copr. 2005, Bruce N. Cameron.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain.  Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran.  Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

 

Pendahuluan:  Minggu ini kita lanjutkan pelajaran kita tentang surat Paulus kepada jemaat di Efesus.  Kata pendahuluan Paulus dalam suratnya kepada orang-orang kudus menyingkap beberapa tema bagi keseluruhan suratnya dan menyingkap beberapa rahasia bagi orang-orang kudus jaman sekarang.  Untuk mengeksplorasi rahasia-rahasia ini, mari selami pelajaran kita!

 

1.      Kasih Karunia dan Damai Sejahtera

1.      Sapaan apa yang biasa saudara gunakan kepada orang lain?  (Saya biasanya mengatakan, “Apa kabar?” atau “Hai.”)

1.      Berapa banyak dari kita yang suka menyapa dengan “Apa kabar?”

 

1.      Jika kalimat itu adalah sapaan saudara, apa saudara mengharapkan jawaban yang berarti? (Pada umumnya, saya tidaklah demikian.  Ada kalanya orang bersikap seolah-olah saya sedang mengajukan pertanyaan sungguhan, tapi itu jarang terjadi.  Biasanya, jika seseorang menyapa saya dengan “Apa kabar?” saya menjawab juga dengan “Apa kabar?”  Kadang-kadang saya menjawab “baik,” apapun yang saya rasakan saat itu.)

2.      Baca Efesus 1:1-2.  Paul menyapa jemaat di Efesus (dan kita) dengan frase “kasih karunia dan damai sejahtera.” Ini adalah cara yang biasa ia gunakan untuk menyapa pembaca suratnya.  Lihat contohnya di Galatia 1:3.  Apa menurut saudara ia mempunyai maksud dalam sapaannya?  Atau, ini hanya sekedar caranya mengatakan “Apa kabar?”

1.      Atas nama siapa Paulus menyapa kita? (Allah Bapa dan Tuhan Yesus! Menurut saya ini, lebih dari apapun, menunjukkan kepada kita bahwa Paulus mempunyai maksud dalam sapaannya.)

1.      Atas dasar apa Paulus dapat mengaku bahwa ia berbicara untuk Allah? (Perhatikan bahwa Efesus 1:1 menyebutkan bahwa ia adalah rasul Yesus “oleh kehendak Allah.” Itu berarti bahwa Paulus menegaskan yang Allah memilih dia untuk menjadi jurubicaraNya.

2.      Dapatkah kita mempercayai kata-kata Paulus dalam hal ini?  Ia bukanlah salah satu dari dua belas murid.  Jika seseorang menemui saudara dan berujar, “Saya berbicara bagi Allah,” bagaimana reaksi saudara? (Baca 2 Petrus 3:15-16. Petrus, yang adalah salah satu dari dua belas murid, merujuk tulisan Paulus sebagai tulisan “menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.” Paulus berbicara bagi Allah.)

3.      Setelah mengetahui Paulus mempunyai maksud dalam sapaannya, apa yang dia harapkan bagi kita tatkala ia mengatakan “Kasih karunia dan damai sejahtera?”

1.      Adakah hubungan antara apa yang Paulus harapkan bagi kita dan kenyataan bahwa ia berbicara bagi Allah dan Yesus?

2.      Baca Efesus 2:13-15.  Bagaimana Yesus memberi kita damai sejahtera? (Ini menunjukkan kepada kita arti mendalam dari sapaan Paulus: “kasih karunia dan damai sejahtera.” Ia sedang meringkaskan rencana keselamatan.  Allah Bapa menunjukkan kasih karunia kepada kita oleh apa yang Yesus telah lakukan ganti kita.  Apa yang telah Yesus lakukan memperdamaikan kita dengan Allah Bapa.  Yesus telah “merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan” antara kita dan Bapa yang tercipta oleh dosa kita.)

2.      Berkat Rohani

1.      Baca Efesus 1:3.  Kebanyakan orang Kristen yang saya kenal sementara mencari-cari berkat di dunia ini.  Apa yang Paulus maksudkan tatkala ia menuliskan bahwa Allah Bapa telah “mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga?” (“surga” bukanlah angkasa, tapi tempat di mana Allah tinggal.  Kita diberi kekayaan di tempat Allah tinggal.)

1.      Bagaimana kita diberkati? (Kita memiliki berkat rohani melalu Yesus.)

1.      Berapa banyak berkat yang kita miliki? (Semua

1.      Dahulu kita telah membicarakan tentang karunia rohani kita.  Apakah ini artinya semua karunia rohani dapat kita miliki?

2.      Jika tidak, berkat rohani apa, kekayaan rohani apa yang menjadi milik kita?

3.      Baca Efesus 1:7.  Berkat rohani apa yang kita temukan di sini? (Pengampunan dosa kita, penebusan kita.)

4.      Baca Efesus 1:18-20.  Berkat apa yang kita temukan di sini? (Kuasa yang hebat.)

5.      Baca Efesus 1:9.  Berkat apa yang kita temukan di sini? (Mengetahui rahasia Allah, kehendakNya bagi umat manusia.)

2.      Apa ada pergeseran dalam janji Allah kepada umatNya?  Dalam Ulangan 28 Ia menjanjikan berkat materi bagi mereka yang taat padaNya.  Baca Filipi 4:19. Apakah Allah sekarang telah menggeser fokus berkatNya ke hal surgawi?

1.      Haruskah kita peduli?

2.      Apakah disebutkan tentang perjalanan rohani kita jika kita peduli? (Ya.  Ini adalah masalah yang penting bagi kita untuk direnungkan.  Namun, jika saudara melihat konteks dari Filipi 4:19, saudara akan dapati bahwa Paulus berterima kasih kepada jemaat karena mengirim bantuan materi kepadanya.  Allah ingin menggeser fokus kita kepada hal surgawi yang lebih penting, tapi Ia tidak mengabaikan perkara berkat materi.)

3.      Persatuan dalam Yesus

1.      Mari kembali dan baca Efesus 1:9 untuk menemukan lebih banyak tentang rahasia yang Allah ingin berbagi dengan kita.  Apa yang menjadi misteri dalam kehendak Allah?

1.      Baca 1 Korintus 2:6-8.  Ini memberi kita penglihatan yang lebih dalam terhadap rahasia ini, hikmat yang tersembunyi.  Apa hikmat dari Allah yang kita punyai yang telah disembunyikan di masa lampau? (Injil: Allah kita yang agung merendahkan diriNya dan mati untuk menyelamatkan kita.  Jika penguasa dunia mengetahui hal ini, mereka tidak akan mengambil bagian dalam membunuh Yesus.)

1.      Mengapa “penguasa-penguasa zaman ini” gagal? (Karena mereka memiliki pandangan hidup yang berseberangan.  Mereka merampas kekuasaan dari yang lain.  Pemimpin Yahudi menginginkan kematian Yesus karena Ia adalah tantangan bagi otoritas mereka.  Mereka akan berupaya untuk membunuh “satu orang” ini (Yohanes 11:50) untuk menyelamatkan otoritas mereka.  Yesus, sang “satu orang,” dengan rela menyerahkan otoritasNya untuk memberi kita kehidupan.)

2.      Baca Efesus 1:9-10.  Terlaksananya rencana rahasia ini, membawa persatuan antara surga dan dunia.  Bagaimana hal ini terjadi? (Hal tersebut mengembalikan otoritas Allah atas bumi (Yohanes 16:11), yang hilang saat Adam dan Hawa berdosa.  Memberikan kita seorang wakil, pengantara di sorga (Ibrani 8:1-6). Membuka gerbang surga bagi kita.)

1.      Bagaimana sampai Yesus menjadi “kepala” sorga (Efesus 1:10)? (Baca Yohanes 5:22-23. Allah Bapa telah memberikan penghakiman atas dunia kepada Yesus.)

3.      Baca Efesus 3:3-6.  Aspek lain apa dari rahasia ini yang mempersatukan surga dan dunia kita dapati di sini? Bukan hanya surga dan dunia disatukan, tapi apa lagi yang disatukan? (Injil Yesus bukan hanya bagi orang Yahudi, tapi bagi seantero dunia. Semua orang memenuhi syarat untuk mempelajari rahasia matinya Yesus bagi dosa kita.  Semua orang memenuhi syarat untuk memperoleh keuntungan dari berkat rohani yang besar ini – pengampunan dosa dan hidup kekal.)

4.      Sobat, bagaimana dengan engkau?  Allah mengundang engkau ke dalam rahasianya.  Allah menawarkan untuk berbagi kekayaan rohaniNya denganmu.  Maukah engkau menerima dan mengikutiNya?

4.      Pekan depan:  Apa yang Allah telah Lakukan