(Epesus 1; Kisah 18 & 19)
Epesus: Pelajaran 1
Copr. 2005, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Pelajaran Alkitab kegemaran saya berfokus pada sebuah buku dari Alkitab. Sewaktu-waktu perlu lompat sana-sini di Alkitab untuk belajar sebuah topik – seperti halnya minggu ini bilamana kita melihat latar belakang surat kepada jemaat di Efesus. Namun, mempelajari Firman Allah dalam urutan sebagaimana diinspirasikanNya menolong kita mengenal Allah lebih baik. Triwulan ini pelajaran kita adalah surat Paulus kepada kelompok orang percaya yang tinggal di Epesus. Mari terjun kedalam pelajaran kita!
1.
Orang-orang Kudus di
Efesus.
1.
Baca Efesus 1:1. Siapa
yang menulis buku Efesus? (Paulus.)
1.
Kepada siapa ia
menulisnya? (Buku ini adalah sepucuk surat yang Paulus tulis untuk “orang-orang
kudus” di Efesus.)
2.
We plan to read Paul's
words and learn something from them. Is it okay for us to read a letter written
to "saints?" Kita berencana untuk membaca perkataan Paulus dan
belajar sesuatu darinya. Apa boleh kita membaca surat yang ditujukan kepada
“orang-orang kudus?”
1.
Apa kita masuk
hitungan? Memenuhi syarat?
2.
Bagaimana Paulus
mendefinisikan “orang-orang kudus?” (Mereka yang percaya dalam Yesus.)
1.
Apakah saudara rindu
untuk percaya dalam Yesus? (Jika ya, buku ini untuk saudara!)
2.
Orang-orang Kudus
Tertentu di Efesus.
1.
Baca Kisah 18:18-21.
Siapa dua dari orang-orang kudus di Efesus? (Priskila dan Akwila.)
1.
Apa yang mereka lakukan
di sana? (Mereka membantu pendirian jemaat di Efesus.)
2.
Apa yang saudara
ketahui tentang Priskila dan Akwila? (Baca Kisah 18:1-2. Mereka pengungsi dari
penganiayaan. Kaisar Roma telah memerintahkan semua orang Yahudi untuk
meninggalkan ibu kota. Rupanya Paulus telah menobatkan mereka dan mereka
menemani Paulus ke Efesus.)
1.
Perhatikan bahwa
tatkala Paulus pertama kali memperkenalkan pasangan ini ia menyebutkan lebih
dahulu nama sang suami. Selanjutnya, dalam setiap penyebutan, ia selalu
menyebutkan lebih dahulu nama sang istri. Mengapa? (Pastilah wanita ini lebih
menonjol dari kedua pekerja tersebut. Sebuah komentar mengemukakan bahwa ia
mungkin berasal dari keluarga bangsawan, komentar lain adalah bahwa ia yang
lebih cerdas di antara mereka berdua.)
2.
Baca Kisah 18:3.
Bagaimana pasangan ini menghidupi diri? (Dengan membuat tenda. The IVP Bible
Background Commentary [Komentar Latar Belakang Alkitab IVP] menyebutkan
bahwa “tukang kemah” adalah istilah yang digunakan bagi seseorang yang menjadi
pengrajin kulit secara umum.)
1.
Bayangkan: mereka
pengungsi yang pengrajin kulit. Kualifikasi apa yang kita punyai untuk menjadi
pekerja penting bagi Allah?
3.
Baca Efesus 18:24.
Siapa lagi yang kita temukan di Efesus? (Apolos.)
1.
Apa yang kita ketahui
tentang Apolos? (Ia terdidik dan ia paham betul Perjanjian Lama.)
4.
Apolos sebelumnya
berada di Korintus. Baca 1 Korintus 1:10-12. Apa yang ayat ini kemukakan
tentang Apolos? (Kawan kita ini adalah seorang pemimpin yang berpengaruh.)
5.
Baca 1 Korintus 3:5-6.
Pekerjaan apa yang Apolos lakukan di Korintus? (Ia jelas seorang guru. Paulus
memperkenalkan Yesus kepada mereka dan rupanya Apolos memberikan pengajaran
yang lebih dalam soal mengapa Yesus adalah Mesias berdasarkan Perjanjian Lama.)
6.
Baca 18:25. Apa
keterbatasan dari ajaran Apolos? (Ia hanya mengetahui baptisan Yohanes.)
1.
Apa “baptisan Yohanes
itu?” (Baca Matius 3:11. Yohanes membaptis dengan air untuk pertobatan. Yesus
membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api.)
7.
Baca Kisah 18:26.
Seberapa pentingkah dua orang tukang kemah ini bagi masa depan khotbah, ajaran
dan kepemimpinan Apolos? (Hal ini menunjukan bagaimana setiap orang memiliki
posisi penting dalam pekerjaan. Apolos adalah orang terdidik sejati. Priskila
dan Akwila adalah tukang kemah. Tukang-tukang kemah ini melengkapi unsur yang
kurang pada pelayanan Apolos. Bersama-sama mereka menjadi berkat bagi jemaat
di Efesus.)
1.
Bagaimana metode
mengajar dari tukang-tukang kemah ini berbeda dengan Apolos? (Priskila dan
Akwila nampaknya adalah pengajar “satu lawan satu” (Kisah 18:26), sementara
Apolos bekerja dengan kelompok besar.)
3.
Paulus Memulai di
Efesus
1.
Baca Kisah 19:1-3. Apa
maksudnya bila dikatakan bahwa orang-orang ini adalah “murid-murid,” namun
kekurangan Roh Kudus? (Sebagaimana Apolos, mereka percaya bahwa Yesus adalah
Mesias, tapi mereka menjalani hanya sejauh yang diajarkan Yohanes Pembaptis.
Mereka tidak sepenuhnya mengerti pekerjaan Yesus.)
1.
Berapa seriuskah
masalah ini – kekurangan Roh Kudus dalam hidup saudara? (Baca Roma 8:9. Roh
Kudus penting untuk hidup benar.)
1.
Baca Roma 8:16. Menurut
ayat ini apa peran penting Roh Kudus dalan kehidupan orang Kristen? (Roh Kudus
menolong memastikan dalam hidup kita bahwa kita selaras dengan kehendak Allah.)
2.
Baca Kisah 19:4-5.
Cukupkah pertobatan? (Sekedar bertobat dari dosa-dosamu tidaklah cukup.
Saudara perlu percaya dalam hidup dan matinya Yesus sebagai ganti saudara, dan
saudara perlu petunjuk Roh Kudus.)
1.
Apa yang kita ketahui
tentang kesediaan orang-orang ini untuk menerima tambahan kebenaran? (Mereka
sadar bahwa Paulus sementara mengajarkan tambahan kebenaran. Mereka segera
menerimanya.)
1.
Bagaimana dengan
saudara? Sebarapa terbukanya saudara terhadap tambahan kebenaran?
3.
Baca Kisah 19:6.
Bagaimana cerita Alkitab ini “membuktikan” bahwa mereka menerima karunia Roh
Kudus? (Mereba berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.)
1.
Agak jelas bahwa pada
hari Pentakosta (Kisah 2:4-11), karunia lidah adalah kesanggupan untuk
berbicara bahasa asing. Apa yang dianjurkan dalam konteks ini? (Tidak perlu
berbicara dalam bahasa asing. Kedua belas orang ini sudah bekerja
bersama-sama. Mereka berbicara dalam bahasa yang umum dengan Paulus karena
mereka mengerti ajarannya.)
2.
Apa yang akan saudara
katakan jika, setelah sebuah upacara baptisan di gereja saudara, seseorang
berkata-kata dalam bahasa Roh?
3.
Jika mereka yang
dibaptis tidak berbicara dalam bahasa Roh, apakah itu membuktikan bahwa mereka
hanya memiliki “baptisan Yohanes” and belum menerima karunia penting dari Roh
Kudus? (Jawabnya mestilah “tidak,” atau pertanyaan retoris Paulus dalam 1
Korintus 12:30 (yang menyiratkan jawaban “tidak,”) tidak akan masuk akal.
Tidak semua harus berbicara bahasa Roh dengan cara apapun. Namun, Kisah 19:6
sangat jelas bahwa Paulus akan terkejut mendengar bahwa kita akan
terheran-heran jika seseorang berbicara bahasa Roh setelah dibaptis di gereja
kita.)
4.
Mari mundur sejenak dan
renungkan apa yang telah kita pelajari sejauh ini. Apa yang dibutuhkan untuk
menumbuhkan sebuah jemaat baru di Efesus? (Dibutuhkan beberapa orang yang
sungguh-sungguh – dari semua profesi, dibutuhkan pengajar, hati yang terbuka,
dan kuasa Roh Kudus.)
4.
Metode Paulus di
Efesus.
1.
Baca Kisah 19:8-9.
Mengapa Paulus lebih dahulu pergi ke rumah ibadat untuk mengajar? (Kekristenan
adalah penggenapan dari Yudaisme. Sebagaimana halnya orang-orang dengan
“baptisan Yohanes” kehilangan langkah berikutnya yang diperlukan bagi
keselamatan dan hidup benar, maka Paulus perlu membawa pekabaran tentang Yesus
sang Mesias kepada rekan-rekan Yahudinya.)
1.
Berhasilkah Paulus?
2.
Apa yang diajarkan oleh
Kisah 19:9 tentang memperkenalkan Injil? (Di beberapa tempat saudara katakan,
“Orang-orang yang saya coba tobatkan telah cukup mendengar, mereka harus
mengambil keputusan, saya akan melanjutkan perjalanan.)
1.
Apa, jika ada, yang
ayat ini ajarkan tentang coba menjangkau mantan anggota yang telah murtad?
2.
Baca Kisah 19:10.
Analisakan bagaimana Paulus menyiarkan injil di Asia? (Menarik bahwa Paulus
tidak pergi dari pintu ke pintu coba menobatkan orang-orang. Apabila ia pergi
ke sebuah kota yang baru, ia mulai bekerja dengan kelompok yang menurut
hematnya paling mudah menerima. Bilamana mereka telah memiliki kesempatan yang
cukup untuk memutuskan, ia mengajak orang-orang yang telah bertobat untuk
bersama-sama dengan dia mengajar di tempat umum di mana orang-orang merasa
nyaman untuk datang mendiskusikan hal-hal baru. Orang-orang datang kepadanya.
Mereka kemudian membagikan kebenaran baru dengan sahabat-sahabat mereka.)
3.
Baca Kisah 19:11-12.
Apa reaksi saudara atas hal ini? Bandingkan dengan Kisah 5:15 dan 2 Raja-raja
13:21.
4.
Baca Kisa 19:13-16.
Apakah cerita ini sebuah peringatan tentang menjadi pongah soal kuasa roh yang
luar biasa yang baru kita baca dalam Kisah 19:11-12?
5.
Baca Kisah 19:17-18.
Mengapa sampai kejadian ini menyebabkan orang-orang mengaku perbuatan jahat
mereka? (Kekristenan bukanlah tipuan sihir. Kuasa Roh Kudus adalah hal serius
yang memerlukan respons serius.)
6.
Sobat, bagaimana dengan
engkau? Apakah kuasa Roh Kudus sementara bekerja dalam hidupmu? Dapat kita
lihat dari pendirian jemaat di Efesus bahwa Allah dapat menggunakan
pekerja-pekerja dari semua profesi. Jika engkau bersedia, Ia akan menggunakan
engkau dan memberikan engkau kuasa melalui RohNya.