(Yohanes 14, Matius 24, 2 Petrus 3, Wahyu 19)
Kehidupan Rohani – Mengalami Yesus Kristus sebagai Tuhan: Pelajaran 13
Copr. 2005, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Ini adalah pelajaran terakhir dari seri kita mengenai Kekristenan dalam praktek. Apa hasil akhir dari keputusan kita menjadikan Yesus Tuhan atas setiap aspek kehidupan kita? Ke arah mana kita harus memandang? Apa harapan mulia kita? Bagaimana kita dapat memastikan bahwa kita benar-benar bersama Allah? Mari selami Alkitab dan temukan jawabannya.
1.
Janji
1.
Baca Yohanes 14:1.
Hal-hal apa yang membuat saudara cemas dan gundah? Atau, apakah ini sekedar
gambaran umum kehidupan?
1.
Pernyataan Yesus ini
berlangsung hanya beberapa saat sebelum penangkapan, siksaan dan kematianNya.
Apa pendapat saudara mengenai pernyataanNya bahwa murid-muridNya tidak perlu
risau di saat Ia siap hendak melalui masa paling sulit dalam hidupNya di
dunia? (Kasih dan kepedulian Allah bagi kita sangatlah istimewa. Ia tau
murid-muridNya akan melalui masa-masa paling sukar. Ia mempedulikan mereka.)
2.
Apa jawaban bagi hati
yang risau? (Percaya kepada Allah.)
2.
Baca Yohanes 14:2-3.
Tempat tinggal. Alkitab The King James Version menerjemahkan kata
Gerika ini sebagai mansion – rumah besar. Contemporary English
version dan Today’s English Version menggunakan kata room – kamar.
Mana yang saudara lebih suka?
1.
Jika Presiden Amerika
Serikan mengatakan pada saudara bahwa saudara dapat tinggal dalam sebuah kamar
tidur di gedung Putih atau saudara dapat tinggal di rumah besar [mansion] di
seberang jalan, mana yang saudara akan pilih? (Dulu saya kecewa ketika
mengetahui bahwa kata asli bahasa Gerika bukanlah “mansions” –-
rumah-rumah besar. Namun, bila saudara memikirkan ihwal tinggal di rumah
Allah, pertimbangan lain akan pudar.)
2.
Jika saudara risau
perihal “rumah besar [mansion]”, pengertian saya soal ini adalah bahwa
kuantitaslah bukan kualitas hunian yang dimaksudkan oleh terjemahan bahasa
Gerika. Jika saudara ingin melihat bagaimana kata ini diterjemahkan dalam
konteks lain, baca Yohanes 14:23. (Kami akan “diam” bersama-sama dengan dia.
Kata bahasa Gerika yang digunakan dalam Yohanes 14:2 memodifikasi kata yang
diterjemahkan sebagai “diam” dengan kata “berlimpah-ruah.” Hasilnya adalah
“banyak kamar – banyak tempat” atau “banyak tempat kediaman.” Bagi mereka yang
risau soal hunian mereka, inilah aspek “mansion – rumah besar.”
3.
Baca Kisah 1:9-11.
Yesus baru saja berangkat untuk pulang ke surga dan murid-murid sementara
berdiri di sana menatap langit. Apa pendapat saudara mengenai pertanyaan yang
diajukan malaikat?
1.
Menurut saudara mengapa
malaikat-malaikat tersebut mengajukan pertanyaan tersebut?
2.
Apa implikasi dari
pertanyaan malaikat tersebut? (Ia AKAN kembali. Jangan berdiri saja, bekerja
dan bersiaplah.)
2.
Metoda
1.
Saya pecinta musik,
tapi sayangnya para orang tua terkekeh-kekeh dan anak-anak biasanya berbalik
dan menengok tatkala mereka mendengar saya bernyanyi. (Kodok menyukai saya.)
Satu dari lagu favorit saya bertemakan (sejauh yang bisa saya ingat) “Kali
berikut tak salah lagi Rajaku akan mengenakan mahkotaNya.” Baca Matius
24:23-27. Apakah mahkota yang akan memberitahu kita bahwa Yesus lah yang
sementara kembali, bukan penipu?
1.
Sekali waktu saya
mendengar sebuah diskusi konyol soal kedatangan Yesus yang kedua kali.
Kelompok yang berdiskusi kelihatannya sepakat bahwa saudara dapat membedakan
Yesus dari para penipu oleh melihat apa kakiNya menyentuh tanah. Saya khawatir
saudara tidak akan bisa melihat kakiNya. Apa yang disebutkan dalam Matius
24:27 perihal “kaki”? (Kedatangan Yesus yang kedua kali tidak akan meninggalkan
keraguan. Akan seperti kilat disekeliling dunia! Saudara tidak perlu melihat
kakiNya atau mahkotaNya.)
2.
Baca Matius 24;30-31.
“Pengangkatan rahasia,” sebuah kepercayaan di sebagian kecil umat Kristen,
telah memperoleh tambahan sokongan dengan serial populer “Left Behind”
(Tertinggal). Apa yang ayat ini katakan tentang sifat alamiah dari pengangkatan
(Kedatangan Kedua)? (Jika ada hal yang tidak akan menjadi sebuah rahasia,
inilah dia. Kilat sekeliling dunia, Yesus datang di langit, trompet yang
nyaring, dan umat tebusan dikumpulkan oleh malaikat.)
3.
Baca 1 Tesalonika
4:16-17. Gantinya memperhatikan kaki, menurut ayat ini apa yang menjadi tanda
yang lebih nyata tentang Kedatangan Yesus Yang Kedua? (Kita akan melihat
orang-orang bangkit dari kubur! Yang masih hidup saat Kedatangan Kedua akan menyaksikan
hal ini sebelum mereka secara pribadi dikumpulkan menuju surga.)
4.
Baca 2 Petrus 3:10.
Pencuri itu diam-diam. Seorang pencuri datang secara rahasia (jika mungkin).
Bagaimana bisa Petrus berkata bahwa Kedatangan Yesus Yang Kedua seperti pencuri
dan seperti guruh? (Petrus mengatakan bahwa Yesus datang tanpa disangka-sangka
oleh sebagian orang. Kejadiannya tidak bisa salah, tapi saatnya bisa salah.)
1.
Mari mundur beberapa
ayat. Baca 2 Petrus 3:8-9. Mengapa Kedatangan Yesus seperti pencuri bagi sebagian
orang? (Allah bisa terlihat berlambatan, tapi tidak. Ia akan datang pada
jadwalNya sendiri. Mereka yang terbuai dalam pemikiran bahwa saat kembaliNya
masih jauh akan terkejut.)
1.
Baca 2 Tesalonika
2:8-12. Hal apa lagi yang harus kita harapkan sebelum Yesus datang kembali?
(Paulus mengatakan bahwa akan ada setidaknya seorang penipu yang akan berbuat
“rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu.”)
1.
Siapa yang akan ditipu
oleh penipu ini? (Ayat 10 menyebutkan “orang-orang yang harus binasa.”)
2.
Mengapa ayat 11
mengatakan bahwa Allah mengirimkan “kesesatan” agar orang-orang yang harus
binasa tertipu? Saya kira tujuan Allah bagi umat manusia adalah keselamatan,
bukan kebinasaan? (2 Tesalonika 2:10-11 membuat hal ini kedengaran seperti ujian
akhir. Orang-orang yang mencintai kejahatan gantinya kebenaran akan dirampas
oleh penipu ini. 2 Tesalonika 2:8 mengatakan bahwa Yesus akan membinasakan
penipu ini pada KedatanganNya yang Kedua.)
3.
Kita Harus Bagaimana?
1.
Alkitab Bahasa
Indonesia Sehari-hari, 2 Petrus 3:11-bagian pertama menuliskan “Karena semuanya
itu akan dihancurkan dengan cara yang demikian, bagaimanakah seharusnya kalian
hidup?” Pertanyaan bagus dalam terang Kedatangan Kedua. Apa jawabnya? (Baca
bagian kedua dari 2 Petrus 3:11 dan 2 Petrus 3:12)
1.
Dampak apa yang bisa
kita miliki atas saat Kedatangan Yesus yang Kedua? (2 Petrus 3:12 mempunyai
catatan yang sangat menarik. Dikatakan bahwa kita dapat “mempercepat
kedatangan” Yesus.)
1.
Menurut saudara
bagaimana caranya saudara mempercepat Kedatangan Kedua? (Oleh hidup “suci dan
saleh.”)
2.
Baca Matius 7:21-23.
Apa yang menurut Matius 7:21 penting bagi kita untuk memasuki surga. (Melakukan
kehendak Allah. Sekedar berkata (“Tuhan, Tuhan”) tidak akan bisa.)
1.
Jika saya hanya
berhenti di situ, kita akan adu argumen soal kebenaran oleh perbuatan. Dalam
Matius 7:22 apa argumen dari orang-orang yang memprotes gagalnya mereka masuk
surga? (Bahwa mereka telah bekerja! Perhatikan frase “Tuhan, Tuhan, bukankah
kami bernubuat demi nama-Mu” dapat diartikan “bukankah kami dimuka umum
mengajar dalam namaMu?”)
2.
Bagaimana saudara
menjelaskan kontradiksi yang nyata-nyata ini? Yesus berkata “Bicara tanpa
berbuat” tidak akan memberimu pas masuk surga. Kemudian Yesus berkata pada
orang-orang yang banyak berbuat (guru-guru yang mengusir setan dan membuat
mujizat) “Aku tidak pernah mengenal kamu.” Apa ini pembicaraan ganda? Apakah
surga suatu target bergerak yang sulit untuk dibidik? (The Bible Exposition
Commentary mengemukakan: “Kata-kata bukanlah pengganti dari penurutan
demikian pula perbuatan religi.” “Penurutan kepada kehendak [Allah] adalah
ujian bagi iman yang sungguh-sungguh di dalam Kristus.” Sudah lama yang
meyakini bahwa “Kebenaran oleh sikap” adalah deskripsi yang lebih tepat
dibanding “kebenaran oleh iman.” Sebagaimana kita baca dalam 2 Tesalonika
2:9-11, Allah menyelamatkan mereka yang “mengasihi kebenaran.”)
3.
Sobat, bacalah Wahyu
19:11-16. Kedatangan Yesus yang Kedua tidak akan seperti yang pertama. Inilah
saat untuk memilih siapa yang saudara akan turuti. Sudahkah saudara bertobat
dan menerima pengorbanan Yesus bagi kita? Apakah saudara mengasihi Allah dan
kebenaranNya? Adakah pengharapanmu diletakkan pada Kedatangan Kedua dan Pejuang
Yang Sejati dan Yang Benar berkendara kuda putih?