<-- Introducing Jesus, the Son of God

Memperkenalkan Yesus, Anak Allah

(Markus 1:1-20)

Yesus Menurut Injil Markus: Pelajaran 1

 

Copr. 2005, Bruce N. Cameron, J.D. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru @1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Jawaban yang disarankan terdapat di antara tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.org

 

Pendahuluan: Papias, seorang penulis pada masa awal kekristenan, memberikan sebuah pemahaman yang sangat menarik mengenai Injil Markus. Berdasarkan sebuah sumber lama, Papias menyebutkan bahwa Markus adalah rekan dekat Petrus. Hal ini dikuatkan oleh 1 Pet 5:13 di mana Petrus menyebut Markus sebagai “Markus, anakku.” Tradisi gereja menyebut Markus sebagai “Penerjemah bagi Petrus” (The Bible Exposition Commentary). Tampaknya Petrus berkhotbah mengenai pekerjaannya bersama Yesus dan Markus menulis serta menyusunnya (NIV Study Bible, Introduction to Mark). Buku Markus berisikan tindakan – tidak heran kalau bahannya bersumber dari Petrus. Mari beraksi dengan memulaikan telaah kita terhadap buku Markus!

 

1.      Bukti

1.      Baca Markus 1:1. Pernahkah saudara berkata. “Hey, jangan bertele-tele?” Apakah saudara lebih suka hal yang langsung-langsung saja dan tidak rumit?

1.      Bagaimana Markus mengawali injilnya? (Sederhana dan langsung pada sasaran)

2.      Bisakah saudara melihat Petrus berkhotbah dengan cara ini?

3.      Kata “injil” berarti “kabar baik”. Baca Markus 1:1 dan gunakan “kabar baik” menggantikan kata “injil”.

2.      Baca Markus 1:2-4. Sederhana adalah satu hal. Akurasi lain lagi. Pendekatan apa yang digunakan Markus untuk membuktikan kepada kita bahwa pernyataannya dalam Markus 1:1 benar adanya? (Ia mengutip nabi-nabi: Yesaya 40:3 dan Maleaki 3:1. Markus tahu ramalan para nabi bahwa bagi Yesus akan ada seseorang yang menyiapkan jalan bagi kedatangan-Nya. Markus berkata, “Hal ini telah terjadi. Nubuatan-nubuatan ini telah digenapi.”)

1.      Bagaimana, secara khusus, Yohanes menyiapkan jalan bagi Yesus? (Ia mengkhotbahkan sebuah injil tentang pertobatan.)

2.      Bagaimana aplikasinya bagi kehidupan saudara? Jika saudara ingin agar Yesus masuk ke dalam hatimu, apakah pertobatan merupakan kepedulian utama saudara?

3.      Baca Markus 1:5-7. Apa bukti berikutnya bahwa Markus menyajikan cerita tentang Yesus sebagai “Anak Allah.” (Pertama, Yohanes menyiapkan jalan bagi Yesus, sebagaimana telah dinubuatkan. Kedua, Yohanes menyaksikan bahwa ia sedang menyiapkan jalan bagi Yesus. Ada saksi atas Alkitab dan saksi atas pembawa pesan yang dinubuatkan)

1.      Seberapa terkenalkah Yohanes itu? (Ia mendapat perhatian dari semua orang.)

1.      Mengapa Yohanes begitu terkenal? Karena pakaianya? Karena makanannya yang hebat?

2.      Adakah alasan mengapa Yohanes meminta orang-orang untuk bertobat dan dibaptiskan? (Jangan kehilangan gambaran besarnya. Alasan bagi orang-orang untuk bertobat dan dibaptiskan adalah karena Mesias sementara datang. Markus 1:7 dengan jelas memberitahu kita “Inilah yang diberitakannya [Yohanes]” bahwa Mesias segera datang. Bukan oleh makanan atau pakaiannya, tapi oleh kabar yang dia beritakan bahwa Mesias, akhirnya, akan segera muncul. Reaksi dari orang-orang dalam mempercayai bahwa Mesias segera datang adalah bukti berikut bahwa Yesus adalah Mesias yang terjanji.

1.      Pelajaran apa yang bisa kita tarik dari hal ini mengenai mana yang lebih penting: berita yang kita sampaikan atau makanan dan busana kita?

2.      Atau, makanan dan pakaian kita merupakan bagian dari pesan itu sendiri?

4.      Baca Markus 1:8. Bagaimana peran Yohanes Pembaptis dan Yesus dibandingkan? (Yohanes memfasilitasi pembersihan awal, Yesus memurnikan mereka melalui kuasa Roh Kudus)

1.      Pikirkan kembali perbandingannya dengan kehidupan rohani saudara. Setelah saudara bertobat dan dibersihkan lewat baptisan, lantas apa yang terjadi? (Ini yang kita pelajari kwartal lalu – pekerjaan Roh Kudus dalam penyucian hidup kita.)

2.      Baca Yohanes 4:1-2. Bagaimana saudara menjelaskan ayat ini, manakala Yohanes Pembaptis meramalkan Yesus akan membaptiskan dengan Roh Kudus? (Ayat ini konsisten dalam arti Yesus tidak membaptiskan dengan air. Yang dimaksud Yohanes Pembaptis adalah bahwa Yesus akan menyebabkan orang-orang datang “di bawah” kuasa Roh Kudus. Saya dapat melihat perlambangan antara dikubur di bawah air dan dilingkupi dengan Roh Kudus

3.      Baca Kisah 1:4-5. Pemahaman lain apa yang kita peroleh dari ayat ini mengenai Yesus membaptiskan dengan Roh Kudus?

5.      Baca Markus 1:9. Mengapa Yesus mau dibaptiskan oleh Yohanes? Untuk membasuh dosa-dosaNya?

1.      Bandingkan Matius 3:13-15. Apakah yang Yesus maksudkan dengan “menggenapkan seluruh kehendak Allah?” [New International Version: “menggenapkan seluruh kebenaran”] (Baptisan adalah upacara yang kita jalani untuk menunjukkan bahwa kehidupan lama kita telah mati dan sekarang kita benar oleh iman (Roma 6:4-5). Yesus adalah contoh bagi kita – Ia menunjukkan kepada kita bagaimana menggenapkan kehendak Allah, bagaimana menggenapkan kebenaran.)

6.      Bukti lain apa yang Markus kemukakan yang menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah? (Allah Bapa dan Roh Kudus kini juga jadi saksi-saksi.)

7.      Read Mark 1:12-13. The Bible Exposition Commentary says that God and the Holy Spirit were the final witnesses to Jesus being the Messiah. I'm not sure Who else is witnessing to the divinity of Jesus? (Why would Satan spend 40 days tempting Jesus if he did not think it important? The stature of your enemies says something about you. I think Satan and the good angels are the last witnesses Mark uses to prove that Jesus was the Son of God.) – Baca Markus 1:12-13. Komentar Eksposisi Alkitab – The Bible Exposition Commentary menyebutkan bahwa Allah dan Roh Kudus adalah saksi-saksi pamungkas yang menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Saya tidak yakin. Siapa lagi yang menyaksikan keilahian Yesus? (Mengapa setan mau menghabiskan 40 hari mencobai Yesus jika ia tidak pikir bahwa hal itu penting? Bobot dari lawanmu sedikit banyak memberi gambaran mengenai dirimu. Saya pikir setan dan malaikat-malaikat terang adalah saksi-saksi terakhir yang Markus pakai untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Anak Allah.)

2.      Saatnya Telah Tiba

1.      Baca Markus 1:14-15. Mengapa Yesus menunggu sampai Yohanes dipenjarakan baru kemudian memulaikan pelayanan-Nya? (Saya pikir Ia paham bahwa hal ini adalah tanda dari Allah bahwa itulah saat bagi-Nya untuk memulai. Yohanes telah menyiapkan jalan. Kini saatnya Yohanes jadi makin kecil dan Yesus jadi makin besar. Lihat Yohanes 3:30.)

2.      Baca Markus 1:16-18. Sebagian besar waktu saya hari ini habis untuk mendengarkan seorang konsultan sekolah swasta. Ia menekankan pentingnya “profiling” bagi anggota dewan sekolah. “Profiling” artinya memilih anggota dewan atas dasar kesanggupan mereka memenuhi tujuan strategis dari sekolah gereja. Apakah Yesus menerapkan “profiling?” Apakah ia memilih para penolong berdasarkan kesanggupan mereka menyelesaikan tujuan-tujuan strategis-Nya?

3.      Baca Markus 1:19-20. Sekali lagi kita dapati Yesus memilih orang-orang yang agaknya tidak memiliki latar belakang teologis. Sikap apa yang nampaknya dimiliki Yakobus dan Yohanes? (Mereka bersedia. Simon dan Andreas “segera” (Markus 1:18) memutuskan untuk mengikuti Yesus. Yakobus dan Yohanes mengikuti Yesus ketika Ia memanggil mereka. Keempat orang ini nampaknya paling sedia untuk mengikuti Yesus.)

1.      Dalam tujuan strategis gereja saudara, seberapa pentingkah memiliki orang-orang yang “bersedia?”

2.      Kita bertanya mengapa Yesus mau memilih orang-orang ini. Coba kita balik pertanyaanya, mengapa orang-orang ini mau mengikuti Yesus? (Ini bukanlah kali pertama mereka bertemu Yesus. Baca Yohanes 1:35-49. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Mesias!)

4.      Sobat, bagaimana dengan engkau - apakah engkau percaya bahwa Yesus adalah Mesias? Apakah engkau sedia mengikuti Yesus oleh membangun kehidupanmu dekat-dekat dengan misi-Nya?

3.      Pekan depan: Pekerja Mukjizat yang Ajaib