Pelajaran 7 Penghormatan Terhadap Otoritas
(Roma 13, Yohanes 18,Kejadian 41)
Copr. 2004, Bruce N. Cameron, J.D. Semua referensi terdapat pada New International Version (NIV), copr. 1973, 1978, 1984 International Bible Society, kecuali yang dicatat lain. Kutipan-kutipan dari NIV dipakai atas izin dari Zondervan Bible Publishers. Jawaban yang disarankan terdapat dalam tanda kurung (). Jika anda biasa menerima pelajaran ini melalui email, tetapi hilang dalam satu minggu, anda dapat menemukannya dengan mengklik link ini: .
Pendahuluan: Di Amerika Serikat, kami mengadakan pemilihan penting yang akan datang pada bulan November. Lain dari demokrasi-demokrasi yang lain, kami hanya mempunyai dua partai politik yang besar. Sebuah fakta yang sangat menarik telah muncul dari sistem dua-partai. Penyelidikan pendapat umum menunjukkan bahwa kebanyakan orang Kristen yang menghadiri gereja secara teratur mengidentifikaikasikan diri mereka sebagai orang Republikan. Orang yang tidak menghadiri gereja secara teratur, atau tidak menghadiri sama sekali, secara umum mengidentJikaikasikan diri mereka sebagai orang Demokrat. Ini meninggikan beberapa pertanyaan yang menarik. Jika budi luhur terutama diidentifikaikasi oleh salah satu partai politik, haruskah hal ini diartikan ke dalam kegiatan partai politik? Atau, keterlibatan dari agama dalam sebuah politik yang buruk? Seberapa Tuhan menginginkan kita bertindak ketika politik datang? Apakah Alkitab berkata tentang permasalahan Kekristenan dan politik-politik? Mari kita membuka Alkitab dan menemukannya!
I. Keputusan-keputusan siapa?
A. Baca Mazmur 75:6-7. Siapa yang membuat ultimatum keputusan dalam pemilihan-pemilihan? Siapakah yang memutuskan suatu pemerintahan dalam sebuah negara?(Tuhan.)
A. Baca Roma 13:1-2. Apakah Paulus berbicara keputusan-keputusan yang berlaku di suatu negara? (Tuhan menetapkan otoritas itu.)
A. Jika Tuhan memilih siapa yang memimpin dalam sebuah negara, apa alasannya keterkaitan pemungutan suara dalam politik?
A. Siapa yang memilih barang siapa saja yang akan ke sorga? (Yohanes 5:21-22 - Jesus.)
1. Siapa yang bekerja pada hati manusia untuk mengikuti Tuhan? (Yohanes 16:7-8 – Roh Suci.)
A. Jika Tuhan memilih siapa yang ke sorga , dan Tuhan meyakinkan manusia untuk mengikuti-Nya, apa alasan keterkaitannya dalam membawa manusia?
A. Jika anda berkata bahwa Tuhan memilih barang siapa saja yang ke Sorga, Tuhan memilih siapapun terjadi dalam suatu negara, dan Tuhan adalah Yang bekerja pada hati seseorang, kemudian hal yang tepenting untuk anda lakukan adalah kembali beristirahat, benar?
A. Mari kita kembali ke Roma 13 dan baca ayat 6-7. Apa yang Roma 13:6-7 katakan tentang memenuhi kewajiban kita terhadap pemerintahan kita? (Hal ini berbicara Kekristenan harus memenuhi kewajiban kewarganegaraan mereka.)
1. Dalam sebuah Demokrasi, apakah terdapat suatu kewajiban untuk pemungutan suara?
a. Apakah terdapat kewajiban untuk berpartisipasi dalam memilih pemimpin-pemimpin kita?
a. Baca Amsal 29:2. Apa yang harus anda lakukan jika anda ingin membantu hal tersebut di sekitar anda?( Kalimaat ini memberitahu kita bahwa kebenaran penguasa-penguasa kita dapat memiliki suatu pengaruh penting pada kualitas kehidupan.)
1. Bagaimana anda mendamaikan kebutuhan bagi anda memilih penguasa yang benar ketika Tuhan memilih penguasa tersebut? (Saya pikir dalam sebuah demokrasi ini sangat banyak seperti kebebasan berkeinginnan. Tuhan mempunyai kuasa dan Otoritas untuk memutuskan siapa yang akan memimpin, tapi secara umum Dia membiarkan kita memilih. Tentu saja, kita merupakan teman sekerja Allah dalam menyeleksi otoritas tersebut.)
A. Baca Amsal 8:12-16. Bagaimana penguasa-penguasa membuat hukum-hukum yang adil? (Sesuai dengan ayat-ayat ini, mereka melakukannya dengan memiliki hikmat.)
A. Kekristenan, Jika anda tinggal di sebuah negara dimana anda dapat berperan dalam pemerintahan anda, dan anda tahu bahwa itu bijak, kebenaran para pemimpin membuat negara tersebut lebih baik, Apakah anda mempunyai suatu kewajiban moral untuk membantu kebijakan, kebenaran para pemimpin dapat dipilih sebagai jabatan? (Saya pikir ini berarti bahwa jika kita memiliki sebuah kesempatan berperan bagi siapa yang menjadi penguasa, Tuhan ingin kita memilih penguasa-penguasa yang benar. Hal ini merupakan bagian dari tugas kewarganegaraan kita – misalnya seperti membayar pajak, ini juga merupakan sebuah tugas moral.)
A. Baca Titus 3:1‑2. Kapan kita menjalankan tugas kita dalam membantu seleksi kebijakan dan kebenaran para pemimpin, apa yang harus kita hindari?
A. Jika kita setuju bahwa Kekristenan dalam suatu demokrasi mempunyai sebuah kesempatan dan seuah kewajiban untuk mendukung kandidat kebenaran dan dan para pejabat masyarakat, bagaimana kita harus menunjukkan dukungan tersebut? (Titus menunjukkan kita bahwa kita harus menjadi jujur, sopan dan rendah hati...)
I. Perumpamaam Yesus
A. Baca Yohanes 18:33 & 36. Para The charges laid against Jesus are found in Luke 23:2-3. Para pemimpin Yahudi menuntut Yesus dengan seorang raja pemberontakan yang melawan para penguasa Roma. Akankah hal itu pantas, sesuai dengan Paulus, bagi manusia di sisi Yesus yang memberontak melawan orang-orang Roma? (Tidak.)
1. Akankah jawaban anda berubah jika saya berkata bahwa para pemimpin Roma tidak bijaksana atau benar?
1. Yesus berkata Kerajaan-Nya bukanlah dunia ini. Mengapa Dia berkata begitu? (Dia menolak penguasa yang berpendapat Dia memberontak melawan Roma.)
1. Kalimat ini, “Kerajaan-Ku bukanlah dari dunia ini” Apakah sering digunakan untuk berdebat bahwa Kekristenan tidak seharusnya terlibat dalam percobaan memberikan peran terhadap seleksi dari para pemimpin kita. Apakah anda pikir hal itu pantas dipakai pada kalimat ini? (Ya dan tidak. Tidak , sebab pengikut-pengikut Yesus dapat mengisi pemerintahan hanya jika mereka memberontak. Yesus tidak memimpin sebuah pertentangan dunia.Dia membuat pernyataan ini untuk menunjukkan para penguasa adalah salah. Dalam pengertian ini penolakan melawan kejahatan para penguasa, dalam kalimat ini tidak ada melakukan secara demokrasi dimana orang-orang memiliki keduanya, kesempatan dan tugas untuk berperan menyeleleksi para pemimpin. Pada saat yang sama, Yesus mengingatkan kita bahwa yang kita panggil pertama adalah Kerajaan Surga dan bukan suatu kerajaan dunia.)
A. Baca Efesus 6:11-12. Apakah otoritas yang merupakan dasar perlawanan kita? (Kekuatan iman. Dasar perlawanan Yesus melawan Setan dan kekuatanNya, bukan melawan para pemimpin Roma.)
A. Jika kedudukan politik kita menimbulkan konflik dalam gereja kita, bagaimana seharusnya kita memecahkan konflik tersebut? (Perumpamaan Yesus dan Efesus 6 mengajarkan kita bahwa dasar kewarganegaraan kita adalah kewarganegaraan dalam Kerajaan Surga. Dasar “politik” kita adalah melawan Setan. Ini berarti bahwa kita seharusnya tidak menimbulkan konflik dalam gereja-gereja kita atas pendukung kuat kedudukan politik. Kita seharusnya tidak mengorbankan hal surgawi untuk hal hal duniawi. Bersamaan dengan itu, masalah-masalah politik bisa berkaitan dengan masalah-masalah serius spiritual.)
I. Pemimpin-pemimpin Sebenarnya
A. Baca Kejadian 41:14-16. Pembawaan karakter positif apakah yang dapat kita lihat pada Yusuf? (Dia rendah hati.Jika kita pernah di penjara, dan kita mendapat “kehancuran kita” untuk menunjukkan pada Firaun “kemampuan kita”,kita mungkin tidak ingin menyebutkan bahwa Tuhan adalah benar-benar sumber dari kekuatan kita.)
A. Baca Kejadian 41:38-41. Dalam ayat-ayat ini yang telah kita lewati, kita belajar dari apa yang Firaun telah mimpikan, Tuhan Yusuf menterjemahkan arti mimpi itu, dan memberitahu Firaun apa maknanya. Yang berarti bahwa Mesir terancam akan mengalami kelaparan, dan Yusuf memberitahu Firaun bagaimana cara untuk bertahan hidup dalam kelaparan itu. Apa kedudukan yang Yusuf pegang sekarang di Mesir? (Dia adalah orang nomor dua : dia adalah “perdana menteri.”)
A. Kelaparan itu datang dan Mesir telah siap sebab mengikuti nasehat dari Tuhan yang diberikan kepada Yusuf. Baca Kejadian 41:56 -42:2. Mengapa Tuhan menggunakan Mesir untuk menyelamatkan umatNya ( Yakub dan keluarganya ) daripada menggunakan Yakub dan keluarganya untuk menyelamatkan Mesir?
1. Mengapa Tuhan menaikkan salah satu dari umatNya menjadi seorang pemimpin dari sebuah negri penyembah berhala supaya dapat menyelamatkan bangsa-bangsa disekitarnya dari bencana kelaparan? ( Ini merupakan sebuah permasalahan daya tarik yang sangat kuat. Tuhan menempatkan “Orang-Nya” ke dalam sebuah kebudayaan kafir untuk menyelamatkan “Gereja-Nya” dan orang-orang disekitarnya. Pemerintah mempunyai sumber daya yang lebih besar daripada sumber daya gereja. Walaupun Tuhan mempunyai kuasa ultimatum dan otoritas, kita melihat dari kisah ini bahwa Tuhan menggunakan resources dari Mesir untuk melakukan kehendakNya.)
1. Apakah pelajaran ini mengajarkan kita tentang salah satu aspek dari gereja dan negara bekerjasama? (Tuhan menggunakan negara untuk melakukan sesuatu hal yang Dia pilih yang terbaik bisa menjalankan pemerintahan dengan baik.)
1. Apakah negara selalu jahat? Atau, Apakah ini merupakan sebuah alat yang digunakan oleh Tuhan untuk tujuan kebenaranNya? (Ingat kalimat awal kita - Mazmur 75:6-7? Tuhan adalah Penguasa atas segala hal.Dia menentukan apa dan siapa yang akan Dia gunakan untuk kelanjutan kehendak-kehendakNya.)
A. Saudara, jika anda memiliki kesempatan dan kemampuan untuk berperan bagi pemerintahan negara anda, anda mempunyai tugas moral untuk menetapkan kebenaran dan kebijakan para pemimpin. Tuhan mengundang kita untuk melayaniNya dalam segala aspek dalam kehidupan kita. Akankah anda mengindahakan panggilanNya?
I. Minggu depan: Domba-domba Kristen yang lain.