Pendahuluan: Kata Kasih / cinta mempunyai begitu banyak arti hari ini bahwa kadang-kadang itu hampir tidak berarti. Apa artinya mempunyai seTuhan yang mengasihi kita? Apa yang diperlu dari kita ketika kita disuruh mengasihi tetangganya?” jenis apa kasih yang diharapkan dari kita? Apakah kasih sebuah penggantian untuk ketaatan? Mari kita mulai dengan pelajaran kita dan lihat apa kita bisa pelajari!
I. Penyebab pertama untuk kasih.
A. Baca 1 Johanes 4:7&19. Mengapa kita mempunyai kemampuan untuk kasih? (Kita mempunyai kemampuan untuk kasih sebab Tuhan kasih kita dulu. Kasih berasal dari Tuhan)
1. Secara apa Tuhan kasih kita? (Baca 1 Johanes 4:9-10. Yesus menyerahkan kesenanganNya dan kehidupanNya untuk kita. Pengorbanan ini membiarkan kita “hidup lewat Dia”)
A. Baca 1 Johanes 4:8. Johanes mengatakan bahwa mengetahui Tuhan menyebabkan mempunyai kemampuan untuk mengasihi orang lain. Kalau kita tidak mangasihi orang lain kita tidak mengetahui Tuhan. Mengapa itu? (Mengetahui bahwa Pengorbanan yang Tuhan melakukan untuk kita merubah sifat kita. Kadang-kadang hal kecil bisa merubah sifatmu. Beberapa tahun yang lalu saya berada di dalam kamar mandi dengan atasan saya. Ada handuk kertas di atas lantai, yang dia mengangkat dan meletak di dalam tong sampah.. Walaupun saya menganggap diri sendiri sebagai seorang rapi, dan saya selalu meletakkan sampah saya di dalam tong sampah, saya tidak secara biasa mengangkat sampah dibiarkan di atas lantai oleh orang sembrono yang lain.. Melihat yang atasan saya melakukan membuat kesan sehebat atas saya bahwa saya mulai mengangkat sampah yang saya lihat di lantai. Tindakan dia merubah sifat saya.)
A. Baca 1 Johanes 4:11. Mengapa pernyataan ini benar? Mengapa kasih Tuhan untuk kita menolong kita mangasihi orang lain? (Ini jauh lebih daripada contoh yang atasan saya memberi saya oleh mangangkat sampah. Di dalam keadaan itu saya hanya melakukan yang dia melakukan. Di dalam kasus Tuhan mangasihi kita, ini hal yang jauh lebih besar untuk Raja untuk raja lain mangasihi kita daripada kita mangasihi orang lain yang mirip kita.)
I. Kasih kita untuk orang lain
A. Baca 1 Johanes 4:20. Anda pikir apa tentang logis Johanes
1. Berkaitan apa kemampuan mangasihi orang lain mempunyai dengan kasih?
1. Apakah itu pengalaman anda bahwa itu lebih mudah mangasihi orang tertentu setelah anda mengenal mereka them?
1. Apakah itu lebih sulit mangasihi Tuhan sebab anda belum bertemu Dia?
a. Apakah itu menolong anda mangasihi Tuhan kalau anda tahu bagaimana dia menyerupahi?
1. Apakah anda tahu seorang yang ada senyum yang enak dan ramah pada waktu anda bertemu, tetapi pada waktu anda benar-benar tahu mereka anda menjadi sadar mereka sebetulnya adalah amat ganas.
2.
a. Kalau anda menjawab “Ya” kepada pertanyaan yang di atas, maka apa poin Johanes? (Saya pikir Johanes membuat dua poin. Pertama, dia mengatakan bahwa kasih Tuhan untuk kita adalah sumber untuk kasih kita untuk orang lain. Yang kedua, dia menyarankan bahwa kasih berasal dari sebuah hubungan. Kalau kita mempunyai kasih Tuhan di dalam hati kita, kita akan menunjukkan kasih tersebut kepada orang yang kita punya berhubungan. Kalau kita tidak kasih orang sekitar kita, maka kita tidak mempunyai kasih di dalam hati kita yang berasal dari Tuhan.)
A. Mari kita lompat ke belakang ke 1 Johanes 4:12 sebab itu mempunyai kaitan dengan apa yang kita baru mendiskusi. Bagaimana kita bisa membuat kasih Tuhan sempurna? Menjelaskan bagaimana itu bisa terjadi. Bagaimana anda bisa membuat kasih Tuhan sempurna di dalam kehidupan orang lain? Bagaimana anda bisa membuat kasih Tuhan sempurna di dalam kehidupan diri sendiri? (Ini ada keterkaitan ide ini mangasihi seorang Tuhan yang kita tidak bisa lihat. Kalau kita menunjukkan kasih kepada orang lain, ini menolong mereka memahami kasih Tuhan. Kita adalah agen Tuhan untuk menunjukkan kasih terhadap orang lain. Kita adalah “muka” kasih Tuhan. Menunjukkan kasih kepada orang lain juga mengajar kita tentang kasih Tuhan. Tanya orangtua siapapun kalau menjadi orangtua mengajar mereka apapun tentang Tuhan. Jawaban akan menjadi “Iya.”)
A. Baca 1 Johanes 4:21. Apakah kasih kita untuk orang sekitar kita sebuah ujian kasih kita untuk Tuhan?
1. Perintah apa anda pikir Johanes mengutib? (Mattius 22:37-40: Mengasihi Tuhan dengan Penuh hati dan tetangga sebagai diri kita sendiri.)
A. Mari kita lompat ke depan sebuah bab di dalam 1 Johanes. Baca 1 Johanes 5:1. Artinya apa untuk dilahirkan dari Tuhan?
1. Kalau kita dilahirkan dari Tuhan, apakah kita anak Tuhan?
1. Anak apa dibahas pada akhir ayat 1? Apakah ini berhubungan dengan Yesus atau apakah ini berhubungan dengan semua yang dilahir dari Tuhan? (Saya pikir it berhubungan dengan keduannya. Baik kepada Yesus dan kepada semua yang dilahir dari Tuhan.)
1. Johanes sudah menyarankan sebuah alasan baru untuk kita mangasihi orang lain. Apa itu? (Bahwa kita semua berkeluarga satu sama lain sebagai anak Tuhan. Kalau anda, anak, mangasihi ayahnya, maka anda akan mangasihi Saudara-saudarinya.)
a. Apakah pernyataan Johanes tentang hubungan keluarga benar di dalam pengalaman anda? (Saya tidak pikir begitu. Hanya sebab anda mangasihi ayahnya tidak berarti anda mempunyai kasih yang begitu besar untuk saudara-saudaranya.)
(1) Kalau pernyataan Johanes tidak benar di dalam keadaan abstrak, apa tujuan dia? (Kita hanya menjadi anak Tuhan oleh mempercayai dan menerima pengorbanan Yesus untuk kita. Ketika kita, saudaraku, menerima pengorbanan tersebut, seharusnya kita mempunyai sifat yang tak mementingkan diri sendiri, dan kasih terhadap orang lain yang sudah melakukan keputusan yang sama.)
I. Kasih kita untuk Tuhan
A. Baca 1 Johanes 5:3-4. Di dalam Pendahuluan saya menyarankan bahwa kasih bisa berarti begitu banyak hal bahwa itu bisa menjadi tidak berarti sama sekali. Di sini, Johanes memberi definisi yang spesifik untuk kasih untuk Tuhan. Apa itu? (mentaati perintah Tuhan.)
1. Apakah anda setujuh dengan definisi tersebut tentang kasih untuk Tuhan?
a. Kalau tidak ,definisi apa anda akan memberi?
1. Orangtua, apakah anda setujuh dengan definisi kasih ini ketika diaplikasikan kepada anak anda – orang yang mentaati anda mangasihi anda? Yang tidak mentaati tidak mangasihi anda? (kalau mengasumsi bahwa perintah orangtua adalah selayak perintah Tuhan, saya setujuh dengan penuh. Seorang anak yang tidak mentaati mangasihi diri sendiri lebih dari dia mangasihi orangtuanya. Tidak ada orangtua yang mau merasa tidak dikasihi, dan mungkin pesan ini adalah sulit diterima, tetapi saya pikir ini benar untuk orangtua dan untuk Tuhan.)
a. Mengapa orangtua memberi perintah kepada anak-anaknya? (Sebab mereka mangasihi anak-anaknya dan mau yang terbaik untuk mereka.)
1. Bagaimana Johanes bisa mengatakan bahwa mentaati Tuhan tidak berat? Kalau kita di sana membuktikan kasih kita untuk, seharusnya itu berat, nggak? (Anda bisa lihat ayat 4 dengan dari dua arah: semua anak Tuhan mengatasi dunia atau ketika anda menjadi anak Tuhan berarti anda mengatasi dunia. Yang pertama mengatakan bahwa mengatasi dunia adalah ujian untuk menunjukkan anda sudah menjadi anak Tuhan. Yang kedua mengatakan bahwa proses menjadi anak Tuhan adalah juga proses mengatasi dunia. Sebab Johanes mengatakan “iman” adalah kebesaran di atas dunia. Saya pikir tafsiran kedua adalah benar. Menerima Yesus oleh iman, menggerakkan baik belas kasih Tuhan kepada kita dan sifat kepatuhan di bagian kita. Kalau kita menjadi sadar bahwa Tuhan memberi perintahNya sebab Dia mangasihi kita dan mereka adalah terbaik untuk kita - nah, itu tentu saja mengurangi keberatan ketaatan.)
A. Baca 1 Johanes 5:5. Apa ayat 5 untuk menolong kita memahami ayat 2? (Ayat 5 membuat ayat 2 jelas untuk kita. Itu menjelaskan Jawaban untuk pembahasan kita baru ada – bahwa kepercayaan terhadap Yesus adalah kunci untuk mengatasi dunia dan mentaati perintah Tuhan.)
A. Mari kita pergi ke 1 Johanes 5:10.Artinya apa untuk mempunyai cerita Yesus di dalam hati kita? (ini sifat yang saya tulis tentang tadi. Menjadi anak Tuhan tidak hanya sesuatu yang lisan, itu adalah sebuah perubahan sifat. Lebih awal di dalam kwatal kita pelajari bahwa perubahan sifat ini adalah disebutkan pertobatan.)
A. Baca 1 Johanes 5:11-12. Tambah kepada memberi kita kasih dan anakNya yang tunggal, apa yang lain Tuhan menyajikan kita? (Kehidupan kekal!)
A. Saudaraku, apakah anda mau kasih dan kehidupan? Tuhan menyajikan barang-barang yang ajaib ini kepada mereka yang percaya kepada anakNya, bertobat dan mentaati. Mengapa tidak memutuskan ikut Tuhan hari ini?
I. Minggu depan: Kesetiaan