<--

Pendahuluan: Rasa Kesalahan sudah menerima nama yang jelek masa kini.Saya punya teman yang tidak pernah menghadiri Gereja, dan yang  tentu dia sudah belajar cukup tentang Tuhan pada masa dia muda  untuk kehidupan dia. Tetapi dia sudah cari pemberian nasehat sekuler supaya dia bisa menghapus rasa kesalahan dari kehidupan dia. Dia takut kalau dia pergi ke Gereja rasa kesalahan akan timbul lagi. Pada waktu jarang yang kita membahas topik ini saya beritahu dia, “rasa kesalahan adalah bagus.” Dia tidak setuju. Dan apa yng anda pikir?  Apakah jawabannya berbeda untuk orang lain? Mari kita  mulai pelajaran kita dan menjelajahi topic ini!

 


I.                   Rasa kesalahan pada masa mulai

 

A.                 Adam dan Hawa adalah dicptikan oleh Tuhan dan ada kekuasaan di atas Bumi dan semua yang di dalamnya, dan mereka diperingatkan tentang dosa. Setan mucul untuk menyuruh mereka makan buah-buahan. Mari kita mulai dalam ceritanya odengan membaca Kejadian 3:5-7. Ketika Setan mengatakan “Matamu akan dibuka,” apa ynag dia maksud?

 

1.                  Apakah mengetahui kejahatan permulaan rasa kesalahan? (Kalau anda tahu anda sudah melakukan jahat adalah permulaan rasa kesalahan.)

 

1.                  Di dalam ayat 7 kita ada sebuah ulangan frasa “mata-mata keduanya dibuka.” Apakah itu rasa kesalahan?

 

a.                  Bagaimana menutupi diri sendiri  membuat keadaan lebih baik?

 

(1)              Apakah ini sebuah ilustrasi awal tentang kebajikan oleh pekerjaan? Apakah pekerjaan kita menutupi rasa kesalahan kita?

 

 

A.                 Baca Kejadian 3:8-10. Mengapa Adam dan Hawa menyembunyikan diri mereka dari Tuhan? (mereka rasa salah.)

 

1.                  mengapa rasa kesalahan menyebabkan kita menyembunyikan diri sendiri dari Tuhan?

 

a.                  Apakah anda sudah menyembunyikan diri sendiri dari Tuhan ketika anda rasa salah?

 

1.                  Adam mengakui dia takut. Apa hubungan di antara ketakutan dan rasa kesalahan?

 

1.                  Tuhan memanggil  “Di mana anda?” Apakah Tuhan Tahu di mana mereka berada Menagapa Tuhan tanya ini?

 

a.                  Pelajaran apa anda menemukan tentang Tuhan dan rasa kesalahan di dalam pertanyaan ini? (Tuhan mencari kita. Dia mau mulai bicara sama kita tentang  dosa dan rasa kesalahan kita.)

 

A.                 Baca Kejadian 3:11. Mari kita jawab pertanyaan Tuhan yang pertama. Siapa memberitahu mereka bahwa mereka adalah terlanjang? (Kata hati mereka. Rasa kesalahan datang dari kata hati.)

 

1.                  Apa sumber kata hati kita? (Paulus, di dalam  Roma 9:1, menulis  tentang katahati yang dibentuk oleh  Roh Kudus. Roh Kudus bisa dan sedang kerja lewat katahati kita.)

 

A.                 Baca Kejadian 3:12. Bagaimana  Adam jawab pertanyaan kedua  Tuhan (ayat.11) tetang kalau dia sudah berdosa?

 

1.                  Bagaimana Adam memperlakukan rasa kesalahan dia? (pertama dia menyalahkan Hawa, dan kemudian dia menyalahkan Tuhan sebab Tuhan memberi dia Hawa.)

 

a.                  Apayang anda pikir tentang kedekatan Adam kepada rasa kesalahan dia?

 

a.                  Apakah anda pernah pakai itu?

 

A.                 Baca Kejadian 3:13. Bagaimana Hawa menjawab pertanyaan Tuhan? (Dia menyalahkan Setan.  Penterjemahan Modern, “Setan memaksakan saya untuk melakukan itu.”)

 

A.                 Mempertimbangkan  pertanyaan –pertanyaan Tuhan di dalam ayat 11 dan 13. Apakah Dia  tahu jawabannya? (Iya.)

 

1.                  Mengapa Tuhan tanya pertanyaan kalau Dia tahu jawabannya? (Tuhan mau kita menghadapi dosa kita dan rasa kesalahan kita.)

 

a.                  Apakah Tuhan tanya kamu pertanyaan-petanyaan seperti ini?

 

1.                  Apakah Adam dan Hawa memberi Tuhan Jawaban yang Dia mau? (Tidak)

 

A.                 Sementara anda mempertimbangkan  seri kejadian ini, apakah rasa kesalahan melakukan sesuatu yang baik sampai sekarang?  Apa yang itu memproduksi? (Kelihatannya itu tidak melakukan begitu banyak yang baik sampai sekarang. Itu menyebabkan Adam dan Hawa untuk mencoba “memasang” dosa mereka, pertama oleh pekerjaan mereka sendiri (membuat  pakaian dari daun-daun) dan kemudian oleh menyalakan orang lain untuk dosa mereka.)

 

1.                  Apa dana  akan mengatakan kalau Adam dan Hawa datang kepada dana untuk nasehat tentang rasa kesalahan mereka?  Apakah anda memberitahu mereka bahwa rsa kesalahan mereka adalah beban yang sia-sia  di dalam kehidupan dan mereka seharusnya mengatasi rasa itu?

 

A.                 Kalau Adam dan Hawa  telah langsung mengakui dosa mereka, apakah itu menjadi berbeda? Apakah mereka menghindari kutuk-kutuk yang ada di dalam Kejadian 3:16-19?

 

1.                  Pengaruh apa yang anda pikir kutuk itu ada akhirnya untuk di atas pandangan  Adam dan Hawa?

 

A.                 Adam dan Hawa mempunyai dua anak laki-laki, Kain dan Abel. Kain, membunuh saudara dia Abel sebab kecemburuan dia. Baca Kejadian 4:9. Bagaimana reaksi Kain  terhadap pertanyaan Tuhan?

B.                  Baca Kejadian 4:10-14. Bagaimana anda menggolongkan penyesalan Kain? (Dia  tidak pernah mengakui  dosa dia. Dia hanya jatuh hati untuk diri sendiri.)

 

1.                  Bagaimana anda menasehati Kain kalau dia datang kepada anda untuk pertolongan tentang rasa kesalahan dia? Apakah anda memberitahu dia mengabaikan itu?

 

I.                   Kesalahan Kita

 

A.                 Baca Roma 3:10-18.  Paulus  mengutip dan menguraikan dengan kata sendiri  dari beberapa Mazmur. Apakah ini menggambarkan Adam, Hawa dan Kain?

 

1.                  Apakah ini menggambarkan orang yang di sekitar anda?

 

1.                  Apakah ini menggambarkan anda?

 

A.                 Mari kita baca terus. Baca Roma 3:19-20.  Paulus sedang baru mengecat (ayat. 10-18) keadaan yang tanpa harapan. Ada orang yang mungkin mengatakan bahwa dia terlalu negatif. Apakah Paulus sedang mencoba mengecilkan hati kita? Setelah mengecat gambaran gelap ini tetang kehidupan kita, apakah ada harapan di dalam ayat 19-20? (Paulus adalah membangun sebuah percekcokkan. Dia mengatakan di dalam ayat-ayat 10-18 kita semua busuk.. Tetapi kemudian, di dalam ayat-ayat 19-20, dia tambah, “ Kalau anda pikir anda akan menjadi berbudi oleh taati perintah, teman, anda lebih baik pikir  lagi.”)

 

1.                  Kaitan apa hukum mempunyai dengan rasa kesalahan ayat 20? Apakah rasa kesalahan diletakkan  di dalam cahaya baik? (Kita tidak bisa menjadi berbudi oleh taati  perintah sebab kita adalah sekelompok yang agak buruk, menurut Paulus. Bagaimanapun, yang perintah melakukan  untuk kita adalah menunjukkan kita  bahwa kita adalah pendosa.  Pada poin ini  di dalam kecekcokkan  Paulus, setidaknya, kelihatannya  rasa kesalahan adalah bagus. Rasa kesalahan adalah penyadaran tentang dosa kita.)

 

A.                 Baca Roma 3:21-24. Paulus sekarang  beritahu kita, yang buruk dan salah bahwa ada jalan keluar dari dosa kita, secara untuk menjadi berbudi. Apa itu? (percayan di dalam Yesus)

 

1.                  Apa Paulus  beritahu kita ketika dia  mengatakan “tidak ada berbedaan?” (Dia sedang mengatakan bahwa   kita semua datang kepada Tuhan sebabai pendosa. Tidak ada yang lebih baik, Tidak ada yang lebih buruk.)

 

1.                  Bagaimana Yesus membuat kita  semua berbudi – tanpa memperhatikan jenis  dosa di dalam masa yang lalu? (Baca Roma 3:25-26. Paulus mengingatkan kita tentang sistem tempat perlindungan, di mana binatang korban diperlu untuk menghapuskan dosa. Paulus memberitahu kita  bahwa Yesus adalah Korban bersifat keTuhanan sebagain penggantian kita yang,kalau diterima, akan menghapus dosa kita dan membuat kita berbudi.)

 

A.                 Kalau kebudian Yesus menutup dosa kita, apa itu seharusnya buat untuk rasa kesalahanmu? (Seharusnya itu akan menghapus itu. Tujuan rasa kesalahan adalah  untuk mendorong kita kepada Tuhan, untuk mendorong kita bertobat (berubah sifat kita) dosa kita.)

 

A.                 Baca Roma 3:27-28. Kesulitan apa adalah Paulus menghadapi? Apakah dia menulis kepada mereka yang menderita di bawah sebuah beban rasa kesalahan? (Paulus adalah khawatir tentang membesar mulut tentang betapa hebat kita. Dia tidak mengatakan bahwa kita  seharusnya  berhenti rasa salah. Melainkan, kita seharusnya berhenti mengatakan kita adalah begitu baik.)

 

1.                  Sebagai anda melihat orang yang sekitar anda , apa anda pikir adalah persoalan yang paling besar? Apakah rasa kesalahan tersebar begitu luas  bahwa itu adalah  persoalan yang paling besar? Atau, apakah itu sebuah  sifat berbudi diri sendiri yang begitu tersebar luas bahwa kita perlu (seperti di dalam ayat-ayat 10-18)menyebarkan sedikit lebih rasa keslalahan? Seharusnya kita setidaknya (ayat 28)menyebarkan kefahaman bahwa pekerjaan kita akan tidak membuat kita berbudi?

 

1.                  Tujuan apa untuk rasa kesalahan? Apakah tujuan Paulus dalam menggambarkan betapa busuk kita  di dalam ayat ayat 10-18? (Dia mau kita berhenti memikir kita adalah OK sendirian ,dan mendorong kita kepada Yesus dan kebudian  yang Dia menyajikan lewat korbanan Dia  untuk kita.)

 

1.                  Mari kita lihat di belakang kepada Adam, Hawa dan Kain sejenak. Apakah mereka perlu lebih atau kurang rasa kesalahan? (Tidak ada salah satu dari mereka yang mengakui dosa. Adam dan Hawa menyalahkan orang lain. Kain khawatir tentang masa depannya, melainkan bertobat  untuk dosa dia. Ketika saya rasa yakin bahwa akhirnya Adam dan Hawa merasa berdosa sekali, pada waktu yang ditulis di dalam Kejadian kelihatannya  mereka harus ada sedikit lebih rasa kesalahan.)

 

a.                  Bagaimana dengan anda? Kalau anda harus lihat secara realistis kepada kehidupan anda , apakah anda menderita terlalu banyak rasa kesalahan atau rasa kebajikan diri sendiri yang terlalu besar?

 

I.                   Pengobatan untuk rasa Kesalahan

 

A.                 Tanpa ragu-ragu ada yang menderita terlalu banyak dari rasa kesalahan. Mari kita lihat pada dua teks yang akan menolong kita. Baca Ibrani 10:19-22. Kalau kita menderita dari rasa kesalahan, apa akan membersihkan kita dari itu? (ada hati kita mengembun. )

 

1.                  Apa artinya “ ada hati kita mengembun ?” (Ini ada ilusi  kepada Baktian Mezbah Perjanjian Lama dan sistem perkorbanan. Darah dari korban binatang itu  diembun  (Lih, misalnya, Ulangan 9:12) di atas mezbah  di dalam tenda suci. Maka, dosa orang yang menawar korban itu telah ditransfer kepada mezbah. Pengobatan  untuk rasa kesalahan adalah bertobat  dari dosa kita  dan percaya bahwa pengorbanan Yesus menghapus dosa kita.

 

A.                 Baca Roma 5:1-2. Setelah  kita telah membenarkan oleh bertobat dan kepercayaan kita terhadap Yesus, perubahan apa masuk kehidupan kita? (Damai!)

 

A.                 Saudara, rasa kesalahan adalah langkah pertama di dalam jalan  ke damai.  Rasa kesalahan mendorong anda untuk bertobat dosamu. Yesus menjanjikan dia akan membersihkan kita dari dosa itu dan memberi kita damai.  Mengapa tidak mengakui Dosamu hari ini dan mulai perjalanan ke arah damai?

 

I.                   Minggu depan: Keampunan dan Gereja.