Pendahuluan: Minggu yang lalu, murid-murid di asrama anak perempuan saya mengadakan pertunjukan. Walaupun murid-murid itu bagus sekali, saya menghadiri lebih dari perasaan kewajiban daripada keinginan. Kewajiban telah dihasilkan, bagaimanapun, ketika salah satu guru anak saya, Harlen Miller, mulai bicara kepada saya tentang keampunan. “Apakah anda,” dia tanya, “pernah berpikir tentang kata itu sendiri?” Well, saya tidak pernah buat itu. Kamus elektronik saya beritahu saya artinya adalah “dari” dan “beri” Keampunan adalah sebuah hadiah yang Tuhan kasih kepada kita dan kita bisa beri kepada orang lain! Tetapi, yang benar-benar menangkap perhatian saya adalah “for (untuk)” “For”(Untuk)bisa juga berarti “sebelum” atau “di depan.” Kita bisa lihat itu di dalam kata-kata seperti “foretaste” ( cicip sebelum ) dan forgone (sudah lewat). Yesus beri kita pengorbanan Dia sebagai hadiah sebelum kita perlu itu. Mari kita meneliti keampunan ini dan lihat bagaimana itu menunjukkan kita kepada pertobatan!
I. Berkaitan
A. Baca Roma 2:4. Apa memimpin anda kepada pertobatan? (Kebaikan Tuhan terhadap anda.)
1. Mengapa?
1. Kebaikan Tuhan dipakai di sini? (Ketika kita Mempertimbangkan apa yang Yesus lakukan untuk kita oleh kematian di atas salib sebagai ganti kita, itu adalah kebaikan yang paling ajaib yang kita bisa pikirkan. Ketika kita berpikir bahwa Yesus melakukan itu supaya Dia bisa mengampuni dosa kita sebelum kita dilahirkan, ini mendorong kita untuk bertobat.)
A. Baca Mattius 9:9. Apa pekerjaan Mattius?
1. Apakah ini sebuah jenis pekerjaan yang dihormati? (Tidak. Baca Mattius 9:10-11. Pengumpul pajak telah di dalam keadaan sama dengan pendosa yang lain menurut pendapat orang-orang pada waktu itu.)
1. Apakah anda pikir bahwa Mattius telah sadar apa yang orang pikir tentang dia? (Tentu saja. Itu adalah alasan teman-teman yang datang ke rumah dia telah pengumpul-pengumpul pajak dan yang lain yang tidak dihormati.)
a. Mengapa anda pikir Yesus panggil Mattius untuk menjadi pengikut? (Panggilan Mattius memberi harapan kepada semua yang tidak dihormati oleh orang di sekitar mereka.)
A. Pelajaran kita (hari selasa) mempunyai pengingatan indah ini, bahwa dosa-dosa kita, apapun mereka ada, atau begitu parah , sudah dihukum –kalau kita bertobat. Ketika Yesus mati di atas salib, di tempat kita, Dia dihukum untuk dosa-dosa kita. Ini hadiah yang sudah melewati pengertian. Walaupun, Kunci untuk ini adalah pertobatan. Kita baru mendiskusikan satu alasan mengapa Yesus memilih Mattius untuk menjadi pengikut. Apakah ada alasan yang lain? (Ya. Mereka yang sudah diampuni ada kecenderungan untuk mangasihi lebih dalam. (lih Lukas 7:47.) Mattius, sebab begitu banyak keampunannya, telah sebuah pilihan yang sempurna untuk membagi-bagi apa yang Tuhan sudah dibuat untuk pendosa yang paling dibenci..)
A. Baca Mattius 9:12-13. Apa maksud Yesus ketika dia bilang, “Yang Kukehendaki ialah kasih dan bukan persembahan?”
1. Mari kita pecahkan kesulitan ini. Pertama, apa maksud Yesus tentang “persembahan?” (Yesus adalah mengutip Hosea 6:6 di mana persembahan berarti persembahan yang disajikan untuk dosa di mezbah. (“Yang kuhendaki ialah kasih, dan penghargaan untuk Tuhan selain dari persembahan yang dibakar”)
1. Kedua, apa maksud Yesus akan kasih? (Di dalam Hosea 6:6 ini berkaitan dengan “penghargaan untuk Tuhan.” Saya pikir Yesus sedang mengatakan bahwa kita perlu mengetahui Tuhan dan menerima siapa Dia sebetulnya.)
a. Peranan apa Yesus bermain dengan menolong kita mengetahui Tuhan? (Yesus datang, untuk menampakkan Tuhan kepada kita.)
1. Konteks makan dengan pendosa ada kaitan apa dengan pengertian kita tentang pernyataan “kasih, bukan persembahan”? (Yesus sedang beritahu kita dia mau fokus pertama kita di atas mengatasi kesulitan dosa di dalam kehidupan kita(dosa di dalam kehidupan dan orang lain) selain dari penghapusan dosa nanti. Itu persis seperti mengatakan kepada anak kita, “Saya mau anda kasih konsentrasi terhadap buat yang baik sekarang selain daripada mengatakan maaf nanti.)
1. Bagaimana ini menggambarkan apa yang Tuhan melakukan untuk kita di dalam keampunan? (Yesus menunjukkan kita bahwa dia meyayangi kita. Dia menunjukkan kita bagaimana kita harus hidup. Dia melakukan hal ini sebelum Dia meninggal Sebagai penggantian kita. Maka bahkan di dalam kehidupan dan kematian Dia di atas bumi, Yesus telah menggambarkan ide keampunan - bahwa Dia memberikan kita sebuah hadiah lebih awal. Hadiah pertama, menunjukkan kita bagaimana hidup dan meyayangi orang lain, dan hadiah yang kedua penebusan dosa kita.)
1. Siapa yang sedang menunjukkan di dalam Mattius 9:13? Siapa seharusnya menunjukkan belas kasihan selain daripada melakukan persembahan? (ini adalah kita. Kita menunjukkan belas kasihan dengan dua cara. Kita mengakuii Tuhan di dalam kehidupan kita dan mencoba menghidup kehidupan yang menyenangkan Dia. Juga, kita menjadi sadar bahwa tugas kita adalah membahwa pesan tentang keampunan mereka yang belum bertobat.)
1. bagaimana ayat-ayat ini di dalam Mattius 9 mempengaruhi gambaran kita tentang pendosa? (Selain daripada menghukum mereka, kita lihat mereka sebagai sebuah kesempatan untuk menunjukkan sikap Yesus.)
I. Pilihan
A. Baca 2 Petrus 3:9. What attitude does Tuhan have towards sinners? (He is not only patient, He wants the right result.)
1. What choices do we have? (If we do not repent, we will perish.)
A. Baca 2 Petrus 3:10-11. Kapan kita harus ambil pilihan tentang bertobat atau binasa? (Segera! Tuhan Yesus bisa datang kapanpun, dan akan datang ketika kita tidak harap. Lalu it penting sekali ambil pilihan tersebut sekarang.)
A. Baca Wahyu 21:8. Ketika Alkitab bicara tentang binasa, itu berarti apa? Apa konsekuensi dari menolak atau menunda bertobat?
1. Mengapa Tuhan yang kasih lakukan hal ini? (Dia membayar hukuman mati untuk dosa kita. Semua yang kita harus lakukan adalah pilih dan terus pilih bertobat dan terus berjalan bersama Tuhan. Tuhan tidak akan membiarkan kesulitan dosa terus menerus. Dosa dan pendosa akan dibinasakan oleh api.)
I. Sikap kita terhadap dosa
A. Baca 2 Korintus 7:10-11. Apa Perbedaan di antara “Dukacita menurut kehendakan Tuhan” dan “dukacita menurut kehendakan dunia?” (satu membawa kehidupan dan yang lain membawa kematian.)
1. Apa adalah “dukacita menurut kehendakan Tuhan?” (kelihatannya itu adalah penyesalan yang benar-benar untuk dosa kita.)
1. Mengapa dukacita menurut kehendakan Tuhan membawa kehidupan? (pelajaran The lesson (hari kamis) beritahu kita bahwa kata Yunani untuk pertobatan secara harfiah berarti “sebuah tukaran benak.” Dukacita menurut kehendakan Tuhan mengerjakan sebuah tukaran di dalam sikap kita. Kita tukar benak tentang sebuah dosa tertentu di dalam kehidupan kita.)
1. Apakah dukacita ini ada berkaitan dengan keampunan yang Yesus memberi kita? (ketika kita Mempertimbangkan bagaimana dosa kita menyebabkan penderitaan Yesus, dan kita lihat bagaimana dosa kita sudah menyakiti kita dan orang lain, itu menolong kita ada tukaran benak yang kita menyebutkan pertobatan.)
1. Lihat pada daftar hal di dalam ayat 11 yang diproduksi oleh dukacita menurut kehendakan Tuhan. Perkaitan apa anda lihat, kalau ada, di antara sikap ini dan pertobatan?
A. Pertimbangkan 2 Korintus7:10 sekali lagi... Apakah anda menyesalkan beberapa hal yang anda lakukan di dalam masa lalu?
1. Bagaimana rasanya penyesalan ini?
1. Nampak bahwa ayat 10 mengatakan bahwa dukacita menurut kehendakan Tuhan menunjukkan pada pertobatan sorrow leads to repentance, yang kemudian menunjukkan kepada keselamatan , yang tidak meninggalkan penyesalan. Bagaimana ini mungkin? Mengapa anda tidak mempunyai penyesalan? (Dugaan saya adalah anda tidak mempunyai penyesalan sebab anda belajar dari kesalahan itu dan itu menjadi dasar untuk pertobatanmu. Dukacita menurut kehendakan dunia, tidak membuat sebuah tukaran di dalam sikap atau kehidupanmu. Hasilnya adalah kematian kelak.)
A. Saudara, Tuhan menyajikan kita hadiah keampunan. Apakah anda suka sebuah tukaran di dalam sikap anda? Sebuah tukaran yang bisa meninggalkan penyesalan di belakang? Kalau begitu, menerima hadiah Tuhan hari ini!
I. Minggu depan: Bagaiamana Yesus mengampuni.