Pendahuluan : Kita sedang mulai sebuah pelajaran selama dua belas minggu tentang keampunan. Apakah artinya diampuni? Langkah apa kepada keampunan? Berapa banyak Tuhan akan mengampuni? Bisakah kita meninggalkan rasa kesalahan? Seberapa penting keharusan kita untuk mengampuni orang lain? Kita punya banyak belajar tentang keampunan. Mari kita mulai belajar tentang keampunan minggu ini.
I. Kunci pengakuan.
A. Baca 1 Yohanes 1:8-10. Siapa yang perlu mengakui dosanya? (Tiap orang)
1. Kepada siapa kita mengakui dosa-dosa kita?
1. Apakah alasan untuk mengakui?
a. Apakah dosa kita adalah sebuah rahasia dari Tuhan? Apakah mereka sebuah rahasia dari kita?
a. Jika Tuhan tahu dosa kita dan kita tahu dosa kita, apakah alasan pengakuan dosa?
A. Baca Lukas 13:1-5. Mengapa orang-orang Galilea yang dibunuh ketika mempersembahkan kepada Tuhan, mati?
1. Mengapa delapan belas orang yang mati dalam tragedi menara Siloam mati?
2. Apakah dua kelompok ini mati karena mereka telah berdosa dan Tuhan mencabut pelindunganNya dari mereka?
1. Apa alasan Yesus menyebutkan dua cerita ini? ( Bahwa kita akan mati semua. Pertanyaan adalah apakah kita akan dibinasakan secara kekal. Yesus berkata kepada kita bahwa kita tidak dapat melihat kepada orang-orang yang menderita atau yang mati dan menyimpulkan bahwa ini terjadi pada mereka (dan bukan saya, dengan berterima kasih)karena saya orang yang lebih baik. Pertanyaan di antara kita semua adalah apakah kita siap untuk meninggal pada sewaktu-waktu.)
1. Apakah penangkal dari kematian kekal? (Penyesalan dari dosa.)
A. 1 Yohanes 1 meminta kita untuk mengakui dosa. Lukas 13 memberitahu kita untuk penyesalan. Apakah hubungan, jika ada, di antara kita mengakui dosa kita dan penyesalan? (Saya berpikir mereka adalah hampir sama.)
A. Ingat, kita mulai dengan tanya mengapa kita harus mengakui dosa kita ketika baik kita maupun Tuhan tahu tentang dosa kita semua? Apakah ayat-ayat ini di dalam Lukas 13 menyarankan adalah alasan untuk mengakui dosa kita? (Untuk menghindari kematian kekal.)
A. Mari kita meneruskan di dalam Lukas 13. Baca Lukas 13:6-9. Bagaimana cerita perumpamaan ini ada hubungan dengan pernyataan Yesus’ tentang penyesalan? Atau apakah cerita ini tentang kebun anggur hanya tiba-tiba masuk otak Yesus dan itu tidak ada hubungan dengan penyesalan? ( Saya menemukan bahwa seksi-seksi yang dekat satu sama lain hampir selalu ada hubungan satu sama lain.)
1. Kalau anda setuju bahwa cerita tentang kebun anggur itu ada hubungan dengan pernyataan Yesus’ tentang penyesalan, apakah Yesus mengatakan bahwa penyesalan adalah satu “buah?”
1. Baca Galatia 5:22-24. Di sini adalah sebuah daftar tentang buah-buahan dari Roh Kudus. Apakah penyesalan muat di dalam daftar ini?(Ayat 24 adalah mengajar secara baik. Itu beritahu kita bahwa “menyalibkan sifat yang berdosa” adalah hasil dari pekerjaan Roh Kudus di dalam kehidupan kita. Buah yang pertama dari Roh Kudus, Langkah pertama untuk menyalibkan sifat berdosa kita, adalah untuk mengakui dosa di dalam kehidupan kita. Ini adalah pengakuan, ini adalah penyesalan. Saya pikir cerita tentang kebun anggur mengajarkan kita bahwa penyesalan adalah sebuah buah-buahan yang Tuhan harapkan.)
A. Kembali dan baca 1 Yohanes 1:9 sekali lagi. Apakah kuncinya untuk diampuni dan dibersihkan dari dosa? (Penyesalan dan pengakuan tentang dosa.)
1. Apakah itu segampang itu?
I. Bagaimana Mengakui
A. Baca Lukas 5:17-20. Ini memutarbalikkan yang kita baru belajar di atas kepalanya! Di mana pengakuan? Di mana penyesalan? Bagaiamana Yesus bisa mengatakan “Dosamu diampuni” ketika tidak ada cerita tentang orang cacat itu bilang apapun?
1. Apa Alkitab beritahu kita adalah alasan Yesus mengampuni dosa orang ini? (Ayat 20 adalah kuncinya: “Ketika Yesus lihat iman mereka....”)
a. Apakah penyesalan dan pengakuan sungguh-sungguh hal iman? (Kita mulai dengan bilang penyesalan dan pengakuan adalah buah Roh Kudus. Maka, mereka secara logis menjadi langkah pertama dalam iman..)
1. Mengapa Yesus mengampuni dosa orang lumpuh ketika yang dia datang supaya bisa disembuhkan? (apakah kita tahu orang itu datang supaya bisa disembuhkan? Konteks ini menyarankan ini, tetapi Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa orang itu datang supaya dia bisa disembuhkan dan tidak untuk diampuni. Sebab respon Yesus’ menyarankan orang ini lebih mau dosanya daripada kecacatannya, seharusnya kita menerima pengertian tentang keperluan orang tersebut...)
1. Apakah ada kaitan di antara dosa dan penyakit atau di antara dosa dan kelumpuhan? (Baca Yohanes 5:14 dan Yohanes 9:2-3. Persepsi orang itu adalah bahwa kesakitan dan kelumpuhan ada berkaitan dengan dosa. Peringatan Yesus di dalam Yohanes 5 dan komentar Dia di dalam Yohanes 9:3 mengajar kita bahwa kesakitan bisa disebabkan oleh dosa , tetapi tidak harus disebabkan oleh dosa.)
A. Kalau anda lihat cerita tentang orang lumpuh untuk belajar sebuah pelajaran tetang bagiamana mengakui, pelajaran apa anda bisa menemui? (Kita harus datang kepada Yesus di dalam iman. Belok kepada Yesus untuk pertolongan adalah langkah pertama di dalam penyesalan dan pengakuan.)
A. Nampak di dalam cerita ini bahwa orang lumpuh ini mempunyai penolong – penolong yang mempunyai iman di dalam Yesus. Peranan apa ada penolong di dalam penyesalan dan pengakuan dosa?
I. Luasan penyesalan
A. Baca Matius 18:23-25. Berapa banyak utang ini? (Yang jelas ini lebih daripada semua yang orang ini mempunyai – termasuk keluarga dia. Ternyata, utang ini adalah di dalam jutaan dolar.)
A. Baca Matius 18:26. Apakah anda pikir ini tawaran yang realistis? Utang itu adalah hampir 12 juta dolar. (Saya tidak pikir orang ini mempunyai harapan yang realistis bahwa dia bisa menemukan uang ini.)
A. Baca Matius 18:27. Mengapa master menghapus utang itu dan membebaskan orang ini dan keluarganya?
A. Baca Matius 18:28-31. Jumlah utang pelayan yang lain hanya beberapa dolar. Apa reaksi pelayan-pelayan yang lain? Apa reaksi anda?
A. Baca Matius 18:32-35. Apa terjadi kepada keluarga orang yang berhutang besar? (Yang menarik, mereka tidak disebutkan. Ini adalah sebuah sangsi terhadap orang ini sendiri..)
1. Mengapa anda pikir Yesus menyebutkan “siksaan?”
A. Mari kita kemabali kepada yang memulai cerita ini. Baca Matius 18:21-22. Apakah Petrus bermurah hati untuk menawarkan mengampuni tujuh kali? Berapa kali anda sudah mengampuni seorang untuk sesuatu yang sama? (Wiersbe’s Expository Outlines reveals that the Rabbis taught Bahwa mengampuni tiga kali adalah cukup. Petrus adalah bermurah hati.)
1. Kalau anda menciptakan peraturan sendiri, berapa kali anda akan mengampuni? Mari kita mengasumsi seorang pinjam mobil anda dan kemudian menjadi peyok. Kalau ini terjadi tiga kali, apakah anda masih meminjamkan mobilmu kepada orang itu? Dan kalau itu terjadi tujuh kali?
1. Pergi kembali kepada Matius 18:31. Anda baru beritahu saya bahwa anda tidak akan membiarkan seorang ambil mobilmu berkali-kali dan merusakkan itu. Mengapa Yesus tambah kepada cerita Dia reaksi-reaksi pelayan yang lain terhadap yang terjadi? (Yesus adalah mengajar kita bahwa Dia perlu adil. Anda telah pikir itu tidak adil kalau anda terus membiarkan seorang merusakkan mobilmu. Kalau kita memahami pelajaran Yesus tentang penyesalan,itu akan nampak adil kepada kita.)
a. di dalam pertanyaan tentang “merusakkan mobil berkali-kali” tersebut, tambahan apa kepada fakta-fakta akan menyebutkan anda mengatakan itu adil untuk membiarkan seorang merusakkan mobilmu berkali-kali? (Kalau fakta di belakang adalah bahwa anda sudah berkali-kali merusakkan mobil orang lain. Di dalam konteks itu, mengampuni orang lain berkali-kali nampaknya adil.)
a. Apa, kemudian, adalah adil tentang mengampuni seorang 77 kali? (Apa yang seorang minta kita mengampuni tentang mereka, Yesus telah mengampuni kita lebih dari itu – jauh lebih.)
a. Apa adalah “berita Bagus” di dalam itu? (Yesus mau mengampuni kita lebih daripada kita bisa bayangkan. Perbedaan di antara jutaan dolar dan beberapa dolar adalah peranan di antara kita dimana kita diminta mengampuni orang lain seperti Yesus telah mengampuni kita.)
A. Baca Roma 5:20-21. Ini beritahu kita bahwa menambah cukup untuk melebihi dosa apapun yang kita perlu diampunkan.
A. Mari kita mengasumsikan bahwa anda telah hidup kehidupan yang baik. Seorang jahat datang, menculik anak tunggalmu anda dari rumahmu, dan kemudian membunuh anakmu. Anda tidak pernah membunuh seorang di dalam kehidupanmu. Apakah anda diperlu mengampuni pembunuh anakmu menurut prinsip-prinsip kita baru belajar?
1. Apakah sedang diharuskan mengampuni lebih daripada anda telah diampuni, sebab anda tidak pernah buat sesuatu seperti itu? (Sebetulnya, anda telah buat sesuatu hampir sama. Dosamu adalah cukup untuk membunuh anak tunggal Tuhan - Yesus. Yesus adalah benar ketika Dia mengatakan bahwa Dia sudah mengampuni lebih daripada kita bisa dibayangkan. Ini adalah alasan Yesus menyebutkan di dalam ceritanya bahwa sesama pelayan pikir itu tidak adil bahwa orang itu tidak mengampuni orang lain. Kewajiban kita untuk mengampuni akan nampak adil ketika kita lihat itu di dalam cahaya yang baik.)
A. Baca 1 Korintus 13:4-5. Apa “tidak simpan catatan tentang kesalahan” menyarankan tentang mengampuni 77 kali? (pengampunan yang benar tidak menghitung. Angka 77 hanya berarti anda terus-menerus mengampuni..)
A. Saudara, Tuhan menawarkan pengampunan dan mengharapkan anda mengampuni orang lain secara kembali. Apakah ada seorang yang anda perlu mengampuni? Mengapa tidak pergi kepada orang itu hari ini?
I. Minggu depan: Pengampunan di dalam Torah orang Yunani..