Pendahuluan: Apakah hidup mempunyai arti? Apakah semua yang kita lakukan pada dasarnya tanpa arti? Kalau hidupmu penting dan berharga, apa yang membuat hidupmu berharga? Apakah pengharapan mempunyai peranan yang berharga di dalam hidupmu? Mari kita mulai pelajaran kita dan menemukan jawaban.
1. Hidup tanpa berarti- Salomo.
a. Baca Pengkhotbah : 1:1-2 Apakah anda setuju dengan Salomo, orang terpintar yang pernah hidup?
1. Kalau anda tidak setuju dengan Salomo, bisakah anda pikir tentang apa yang berarti yang terjadi di dalam kehidupan Salomo? (Memang Salomo seorang yang paling bijaksana, tetapi dia pernah menderita depresi. Saya rasa siapapun yang membaca Pengkhotbah dapat kesan bahwa Salomo mempunyai beberapa pengalaman yang buruk sekali. Dia mendirikan Bait besar di Yerusalem – setempat yang ajaib untuk berbakti kepada Tuhan dan tempat yang Tuhan pilih untuk bertemu dengan umatnya. (Lih Raja-Raja 5-6) Akhirnya Bait tersebut dibinasakan, tetapi tempat ini mempunyai arti untuk banyak orang.)
2. Kalau anda tidak setuju dengan Salomo, apa yang berarti di dalam hidupmu? ( Saya tidak setuju dengan Salomo. Apa yang anda lakukan sekarang – belajar lebih banyak tentang Allah dan bagi-bagi pengetahuan itu dengan sesama sangat berarti.)
3. Kalau anda lihat Bait suci yang dibuat oleh Salomo sebagai sesuatu yang memberi arti di dalam kehidupannya, apakah ada kaitannya di antara Bait tersebut dengan memberi orang lain pengharapan? ( Upacara korban menuju kepada pengharapan Yesus)
B. Baca Pengkhotbah 1:3 Bagaimana anda bisa jawab pertanyaan ini? Apakah ada penghasilan yang berarti dari jerih payahmu sehari-hari?
Baca Pengkhotbah 1:15. Apakah ini benar?
1. Apakah ini dasar pengharapan kita? ( Ini benar-benar dasar pengharapan kita. Lewat kekuasaan Tuhan yang bongkok bisa diluruskan dan yang kurang bisa ditambahkan. Ini terjadi lewat kehidupan dan kematian Yesus- sesuatu yang dilambangkan upacara-upacara di Bait Suci. Salomo adalah benar-benar salah.)
ii. Kehidupan yang tak berarti – Paulus
A. Baca 1 Korintus 15:13-19. Dalam poin-poin apa Paulus dan Salomo setuju? Dalam poin-poin apa mereka tidak setuju?
B Mari kita berpusat di dalam beberapa ayat-ayat ini. Baca lagi 1 Korintus 15: 14. Apakah adalah kunci untuk kepercayaan dan pengharapan kita?
( Bahwa Yesus sudah bangkit dan hidup.)
1.Bagaimana pentingnya terhadap kehidupan yang berarti adalah pengharapan tersebut? ( pelajaran Alkitab ini, pekerjaanmu untuk Gereja, dan semua kegiatan adalah sia-sia kalau Yesus tidak bangkit.)
C. Baca lagi 1 Korintus 15:15 .Ditambahkan kepada menjadi termasuk di dalam kegiatan yang sia-sia, kalau Yesus tidak bangkit, hal lain apakah yang salah dengan kegiatan kita di dalam gereja. ( Kita adalah pembohong. Kita tidak melambangkan Tuhan yang benar.)
D. Baca lagi Korintus 15:17. Hal lain apakah yang salah dalam kehidupanmu jika Kristus tidak dibangkitkan dari kematian? Anda masih orang yang berdosa – tanpa harapan keadaanmu akan berubah.)
1. Ketika anda mempertimbangkan ayat-ayat ini, apakah Paulus percaya bahwa ada satu tuhan bahkan Yesus adalah palsu? ( Ya. Ini tertarik sekali. Ada banyak orang hari ini yang akan berkesimpulan bahwa kalau Yesus adalah palsu, berarti semua tentang Tuhan adalah cerita saja. Ini tidak Paulus. Paulus percaya ada Tuhan yang peduli terhadap masalah dosa. Kalau kita bersalah tentang Yesus, kemudian kita tersesat sebab Tuhan tidak akan bertahan terhadap dosa.)
E. Baca lagi 1 Korintus 15:18 Kalau semua yang kita sudah membahas sebelumnya tidak begitu buruk, hal yang lain menjadi buruk kalau Yesus tidak dibangkitkan dari kematian? ( Orang yang sangat kita cintai yang sudah mati sebelum kita hilang selamanya )
F. Sahabat, Paulus mengatakan kepada kita bahwa kepercayaan di dalam kebangkitan Yesus adalah pusat dari kepercayaan kita.
1. Bukti apa tentang kebangkitan Yesus yang kita temukan dalam kehidupan Paulus? ( Paulus benar-benar bahwa kita buang waktu di dalam perkerjaan injil kalau Yesus tidak dibangkitkan. Itu jelas bahwa Paulus percaya di dalam kebangkitan Yesus, sebab dia memberi kehidupannya untuk menyebarkan kebenaran itu.)
G. Baca lagi 1 Korintus 15: 19. Apakah anda setuju dengan Paulus terhadap poin ini?
1. Apakah mengikuti ajaran Kristus adalah masuk akal bahkan tidak ada harapan untuk surga? ( Saya sudah lama percaya bahwa meskipun kita tidak mempunyai surga sebagai pengharapan kita, kalau semua orang hidup secara kehidupan Kristiani, kehidupan kita akan menjadi lebih baik.)
2. Bagaimana menurut anda Salomo akan katakan tentang pendapat Paulus? Apa dia setuju kehidupan itu adalah sia-sia? ( Salomo akan setuju. Pandangannya adalah bahwa meskipun anda hidup baik dan sejahtera di sini, akhirnya tidak berarti. Bapak saya hidup secara baik dan sejahtera. Dia sudah mati selama 12 tahun dan kebanyakan orang yang mengenal dia sudah mati juga. Pada waktu generasi saya sudah mati, ingatan bapak saya akan menjadi kurang. Satu generasi dan anda sudah hilang. Pengharapan Injil merubah semua itu.)
Iii Kehidupan yang berarti.
A. Baca Kolose 1:3-4. Ada apa di dalam kehidupan orang Kolose yang
baik. ( Kepercayaan di dalam Yesus dan cinta terhadap satu sama lain)
1. Di dalam skala “cinta dan kepercayaan” bagaimana dengan gerejamu?
B. Baca Kolose 1 : 5-6. Apa sumber kepercayaan dan cinta tersebut yang dimiliki oleh orang-orang Kolose? (Pengharapan kita bahwa kita akan melihat surga.)
C. Baca Korintus 13 :1-3 . Menurut ayat di dalam Kolose pengharapan adalah sumber kasih. 1 Korintus kelihatannya bertentangan. Bagaimana penting kasih untuk pengharapan kita?
D. Baca 1 Korintus 13: 4-7. Bagaimana kasih mengubah kehidupan kita setiap hari?
1. Jika kehidupan anda tidak melambangkan sifat-sifat ini apakah itu berarti bahwa anda tidak mempunyai pengharapan?
2. Nampaknya bahwa ayat 7 beritahu kita sifat cinta untuk selalu berharap.
E. Baca 1 Korintus 13 :8-10 Salomo beritahu kita bahwa semua perkerjaan kita adalah sia-sia dan akan lenyap. Apa bagian dari perkerjaan kita “di luar.” ( Bagian kasih )
1. Apa artinya kasih itu “tidak pernah gagal?” apa artinya mengatakan “bagian kasih “ adalah di luar? (baca 1 Korintus 13:11-13
Nubuatan kita, bahasa dan pengetahuan adalah tidak lengkap seperti
pengetahuan anak kecil . Hanya pada waktu kita sampai di surga, pengetahuan kita menjadi matang. Bagaimanapun, Iman kita, pengharapan dan kasih adalah sifat di luar yang kita bisa dapat sekarang dari Tuhan, di dalam “ukuran dewasa.” Pemberian ini kita bisa memiliki sekarang. Pemberian itu akan bertahan sampai surga.)
3. Apakah anda bisa menyampaikan kasih kepada anakmu lebih gampang daripada anda menyampaikan pengetahuanmu? ( Orangtua saya menyampaikan kasih mereka terhadap saya lebih baik daripada pengetahuan mereka. Contoh: saya tidak bisa melakukan pekerjaan bapak saya, berdasarkan apa yang disampaikan oleh bapak. Tetapi, sikap kasihnya terhadap saya adalah sesuatu yang saya faham dengan baik, dan saya bisa memakai atau menolak sikap tersebut kepada anak saya.)
F. Baca lagi 1 Korintus 13:13. Apakah gampang untuk menyampaikan pengharapan dan kepercayaanmu terhadap anak-anakmu?
1. Apakah itu penting untuk menyampaikan Iman, pengharapan, dan kasih terhadap anak-anakmu supaya mereka bisa mempunyai kehidupan yang berarti?
G. Sahabat, Salomo hanya separuh benar. Kehidupan adalah hanya tidak berarti kalau kita tidak masukan pengharapan dari Alkitab. Iman, pengharapan dan kasih membuat kehidupan kita berarti sekarang, dan memberikan kita sikap-sikap yang bertahan sampai ke surga. Saya mengajak anda meninggalkan kehidupan yang tidak berarti dan dapat kehidupan penuh arti dan kebahagiaan.
iv Minggu depan. Motivasi untuk Misi.