Biasanya kita coba belajar Firman Allah berdasarkan konteksnya.
Minggu ini kita akan melakukan sesuatu yang berbeda. Kita akan lihat foto sebagai contoh dari pengharapan ( atau keperluan untuk itu) melalui Perjanjian Lama. Mari kita menyiapkan kamera mental dan melompat ke dalam Firman Tuhan.
1. Jenis benda apa saja yang mereka harapkan?
2. Apa yang membuat mereka menjadi orang jahat (Ini konsep penting: Tuhan menunjuk pada pikiran sebagai sumber kejahatan , bukan kelakukan yang mengikutinya. Pengharapan mereka tetap pada kejahatan.)
3. Bagaimana kejahatan mereka sepenuhnya?(Segala pikiran mereka jahat dan
ini terjadi setiap waktu. Mereka tampaknya tidak mempunyai pikiran baik.)
1. Apakah anda pernah berpikir bahwa kelakuanmu mempengaruhi Tuhan, Sebagaimana bertentangan bagaimana mereka mempengaruhimu atau mereka yang ada disekitarmu?
2. Apakah Tuhan salah menciptakan manusia?
3. Apakah Pengharapan dalam penciptaan?
Tuhan sedih karena dia menciptakan manusia dan dia disakiti dengan dosa mereka.
Keputusan apakah yang Tuhan ambil untuk menghapuskan rasa sakit tersebut?
(Dia memutuskan untuk melepaskan ciptaannya.)
1. Selama bertahun-tahun ada beberapa perdebatan di dalam kelas saya mengenai apakah Tuhan tidak pernah membuat sesuatu yang buruk kepada kita. Dia hanya membiarkan Setan melakukan hal yang buruk yang terjadi di dalam hidup kita.
Saya tidak pernah berfikir tentang ini ( Membiarkan orang lain melakukan “pekerjaan jahat”) meletakkan Tuhan di dalam cahaya yang lebih terang. Di dalam Pengadilan Amerika ini disebut “konspirasi” dan tidak peduli siapa yang melalukan perbuatan tersebut. Dalam kesempatan apakah kita diminta untuk percaya bahwa Tuhan tidak pernah menyakiti kita.
( Saya tidak melihat bagaimana bentuk penghakiman dari sudut Tuhan lebih sederhana. Ayat 6-7 bahkan menerangkan proses pikiran Tuhan- maksudnya Dia mau membinasakan manusia.)
D. Baca Kejadian 6:13-14. Mengapa Tuhan membiarkan Nuh hidup ketika Dia sudah memutuskan untuk membinasakan manusia? (Ini menunjukkan dua hal. Pertama, Tuhan tidak bermaksud membinasakan manusia, sebetulnya Dia mau membinasakan kejahatan. Kedua, Sebagaimana jahatnya situasi yang ada , Tuhan masih menyiapkan pengharapan untuk mereka yang berjalan bersama Dia.)
1. Apakah hal ini memberikan kita pengharapan? ( Kalau sikap Tuhan tetap masih sama, dan Dia berkata Dia tidak berubah ( Maleaki 3:6; Yakobus 1:17), Dia akan membinasakan kejahatan dan menyiapkan sebuah jalan keluar untuk mereka yang berjalan bersama Dia.)
2. Apakah ide Tuhan hanya untuk menyelamatkan Nuh atau menggunakan Nuh untuk menyelamatkan orang lain?
3. Sebelum kita mengakhiri teks ini saya mau anda memperhatikan bahwa Tuhan berkata Dia akan “membinasakan baik manusia dan bumi” Mengapa membinasakan bumi? (Saya tidak tahu). Keadaan di sekitar kita mempengaruhi kita. Kelihatannya Bumi menjadi tempat yang kurang menyenangkan. Mungkin hal itu memberikan keterbatasan waktu kepada manusia, sehingga mempunyai sedikit kesempatan untuk berbuat kejahatan. Mungkin itu membuat manusia lebih bergantung pada Tuhan.)
4.
E. Baca Kejadian 6:8-9. Mengapa Tuhan memilih berkerjasama dengan Nuh dan memberikan dia pengharapan?
ii. Pengharapan dan Negeri yang Mulia.
A. Baca Kejadian 12:1-3. Mengapa Tuhan meminta Abram untuk berserah?
1. Apa yang Tuhan janjikan kepada Abram sebagai balasannya?
a. Apakah ini memenuhi harapan Abram?
2. Mengapa Tuhan menyajikan tawaran ini? (Minat apa yang membuat Tuhan melakukan hal ini? (Ini menunjukkan bahwa Tuhan mempunyai minat untuk memberkati manusia. Ini menunjukkan bahwa Tuhan mempunyai rencana untuk manusia untuk diberkati dan menjadi berkat bagi yang lainnya.)
3. Apa artinya bagian terakhir ayat 3? (Ini sebuah ramalan Yesus – sebuah topic yang akan kita pelajari nanti dalam pelajaran ini dan minggu depan.
B. Apakah anda melihat persamaan di antara kedekatan Tuhan pada Nuh dan kedekatan Tuhan pada Abram? (Di dalam kedua situasi di atas Tuhan memakai satu orang untuk menjadi pengubung dan tempat untuk interaksi dengan manusia.)
C. Sementara anda lihat pada Kejadian 12:1-3 Apakah tampaknya bahwa Tuhan sebetulnya memanggil Abram keluar dari kaumnya dari orangnya supaya Dia bisa kerja-sama dengan Abram secara pribadi.
1. Mengapa anda pikir Tuhan bekerja dengan seorang daripada dengan kelompok? Apakah Tuhan semacam “orang” yang lebih suka kerja “satu ke satu”? (Tuhan tidak punya cacat jiwa yang membatasi cara Dia bekerja. Saya rasa ketika Tuhan bekerja menggunakan satu orang, dimaksudkan agar manusia melihat kuasa Tuhan daripada kuasa manusia.)
2. Kita baca di dalam Kejadian 6:9 bahwa Nuh mempunyai hubungan yang istimewa dengan Tuhan. Apakah itu benar tentang Abram juga?
3. Apakah Tuhan masih bekerja seperti itu sampai hari ini – melalui orang tertentu? Apakah Tuhan bekerja untuk mempromosikan pengharapan melalui satu orang dalam satu waktu?
a. Kalau anda menjawab ‘Ya” maka bagaimana kita harus menjalankan gereja kita?
b. Kalau anda bilang “Ya” bagaimana anda menjelaskan ajaran Paulus di dalam Korintus 12 bahwa kita tidak melibatkan orang lain di dalam kerja untuk Tuhan? Melainkan, kita adalah sebagian anggota tubuh yang bekerjasama.
i. Apakah ada perbedaan di antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru di dalam perdekatan Tuhan kepada manusia?
c. Apakah hal ini mangajarkan kita tentang kepimpinan di dalam gereja?
1. Apakah kita membutuhkan lebih banyak orang atau lebih banyak komitmen?
2. Jika jawaban ya “lebih banyak komitmen” Mengapa Tuhan mengatakan kepada Abram (Kejadian 12:2) Aku akan menjadikanmu sebuah bangsa yang besar? Apakah tujuan itu “bangsa” tersebut?
d. Apakah kita semua partner yang potensi bersama Tuhan untuk meraihkan dunia ini?
1. Haruskan pengharapan kita menjadi partner Tuhan?
2. Atau, haruskah pengharapan kita menemukan orang yang bekerjasama dengan Tuhan dan membantu orang itu?
D. baca Roma 5 12&15. Kembali kita mempunyai referensi kepada “satu orang.” Beberapa orang yang memasukkan kita ke dalam dosa?
1. Berapa orang diperlukan untuk menyelamatkan kita dari dosa?
2. Berapa penting keputusanmu tentang dosa? Berapa orang yang dipengaruhi oleh keputusanmu? (Tema di dalam cerita tentang Nuh dan Abram adalah bahwa Tuhan mau bekerjasama dengan individu supaya bisa mempromosikan Kerajaan Dia ditengah-tengah manusia. Ini memberikan kita pengharapan bahwa hubungan kita dengan Tuhan bisa menjadi pribadi dan bisa dapat hasil yang besar.)
iii Pengharapan dan hidup kita.
A. Baca Yeremia 17:7 Apakah anda berharap diberkati oleh Tuhan?
1. Kalau begitu, teks ini beritahu anda apa? (Percaya Tuhan. Punya
kepercayaan di dalam Tuhan.)
2. Suatu ketika saat anda mengalami kesulitan, Apakah anda percaya? Kepada siapa Anda minta bantuan?
i. Di mana pohon tersebut meletakkan akarnya? ( di dalam air)
a. Di mana akarmu sekarang? Dari mana anda makan minggu yang lalu?
ii Apakah “panas” akan datang ke arahmu di masa depan? Apakah kamu berharap kamu dapat manghadapi kesulitan itu?
a. Kenapa pohan ini takut akan ‘panas’ itu?
b. Ketika kamu telah mengalami ‘kepanasan’ di dalam hidupmu di masa lalu, manakah yang lebih buruk, antisipasi atau kejadian sebenarnya.
c. Apa obat kecermasan mengenai datangnya kepanasan? (akar di dalam air berarti kamu tidak mempunyai kecermasan tentang kepanasan.)
3 Akankah persamaan dalam hidupmu dengan masalah kekeringan sebatang pohon? (Kekeringan akan menjadi sesuatu yang mempunyai akibat merugikan hidup dan pekerjaan pohon tersebut.)
4. Apa tujuan pekerjaan pohon tersebut. (Untuk menghasilkan buah. Kita mendapat kekeringan di tempat saya tinggal sekarang. Sesuatu yang menarik terjadi pada pohon ara kita. Untuk melindungi kelangsungan hidupnya mereka menghasilkan buah yang melimpah.)
lV Yesus dan Pengharapan.
A. Baca Ibrani 9:1-7 Ayat ini menggambarkan tentang apa? ( Ini adalah gambaran mengenai Kemah Suci yang dibuat oleh Musa di bawah Perintah Tuhan dan kesimpulan dari pekerjaan sehari-hari pada Imam dan pekerjaan Imam tertinggi pada Hari Pendamaian Lihat Imamat 16:6)
B. Baca Ibrani 9: 8-10. Apakah pelayanan ini cukup bagus. (Tidak. Mereka tidak bisa membersihkan suara nurani umat Tuhan.)
1. Jika mereka tidak cukup baik, apa tujuan hidup mereka? ( Upacara itu memberikan pengharapan untuk “ pembaruan”)
C. Baca Ibrani 9:11-12, 14. Apakah “pembaruan” yang Upacara tersebut di dalam Kemah Suci mengarahkan pengharapan kita? (Upacara itu di dalam Kemah Suci adalah gambar hidup, sebuah simbol Yesus yang menyajikan Dirinya-sendiri sebagai korban yang menggantikan kita. Korban Yesus untuk kita menghapuskan dosa kita dan memberikan kesempatan untuk kehidupan yang kekal. )
D. Teman, Tuhan memberikan pengharapan sebab Dia cinta kita. Dia peduli terhadap dosa kita. Dia peduli tentang perjuangan sehari-hari kita dan Dia peduli tentang takdir kekal kita. Dia siap untuk membinasakan kejahatan, dan bersedia memberikan dirinya sendiri mengalahkan maut. Apakah anda mau meletakkan pengharapanmu di dalam Dia?
V. Minggu depan. Pengharapan Yesus:Bagian Pertama.