<--

Pendahuluan : Minggu ini kita mulai belajar  seri  yang baru yaitu topic “Pengharapan”. Saya berharap pelajaran ini akan berjalan dengan baik. Dengan sungguh-sungguh saya ingin bertanya. Apakah yang anda harapkan? Apakah anda mempunyai harapan-harapan di dalam hidupmu, pekerjaanmu, perkawinanmu, anak-anakmu, masa depanmu? Bagaimanakah hubungan harapan-harapanmu dengan Tuhan. Mari kita masuk dalam pelajaran dan temukan jawaban.

 

I.                   Pengharapan dari awal

 

A.     Baca Kejadian 1:31 – 2:1. Apakah yang telah diselesaiakn disini?

 

B.      Anda mengetahui ceritanya –kita mengenal Adam dan Hawa yang merupakan ciptaan “yang sangat baik”. Letakan diri anda pada tempat Adam atau Hawa. Apakah yang mereka harapkan? Tidak ada? Banyak?

 

 

1.      Apakah yang anda harapkan jika anda adalah salah satu dari mereka.

 

     C. Saat pertama kali saya dan istri saya menikah, saya masih duduk di bangku kuliah hukum dan kami sangat miskin. Harapan kami adalah saya akan lulus sebelum uang kami habis. Setelah saya lulus, dan kami berdua bekerja. Tampaknya kami berada pada hidup yang lebih baik. Kami harap  situasi tersebut   tidak akan berubah lebih buruk. Kami takut bila sesuatu menjadi lebih buruk. Pada saat anda berfikir “pengharapan” seperti Adam dan Hawa, tidakkah  apa yang ada dalam pikiranmu bahwa segala sesuatu tidak akan lebih buruk?

 

1.      Jika tidak ada dosa maka dunia adalah sempurna.

 

Haruskah Adam dan Hawa berhrap bahwa segala sesuatu tidak menjadi lebih buruk? Mengapa kata “lebih buruk  menjadi suatu kemungkinan?

 

D.     Ular mendekati Hawa dengan godaan untuk memakan buah yang dilarang. Mari ambil cerita ini dengan membaca Kejadian 3:5 – 6. Apakah Setan menawarkan harapan kepada Hawa?

 

2.      Pelajaran kita (Minggu) mengatakan Adam dan Hawa tidak ada pengharapan karena mereka tidak mempunyai keinginan untuk berharap. Bagaimana pernyataan ini sesuai dengan pemikiran Hawa seperti yang tertulis pada ayat 6?

3.      Jika anda mengatakan bahwa Hawa sedang mengharapkan sesuatu, harapan apa yang membuat dia tertarik? (Mereka sempurna tapi mereka bukan Tuhan. Setan menawarkan harapan bahwa Hawa dapat menjadi serupa dengan Allah yang mengetahui semua hal yang baik dan yang jahat.)

4.      Bagimana Hawa berharap pada sesuatu yang dia tidak mengerti? (Berapa kali harapan kita seperti itu!  Kita berharap untuk sesuatu yang mungkin tidak baik untuk kita jika kita menerimanya. Berhati-hatilah akan apa yang kamu harapkan)

5.      Apakah Adam dan Hawa masih mempunyai harapan setelah mereka berbuat dosa?

6.      Baca Kejadian 3:7. Apakah hal ini mengungkapkan “harapan” mereka (Mereka berharap Tuhan tidak akan menemukan mereka.)

 

a.      Mengapa mereka tidak ingin Tuhan menemukan mereka?

 

Berharap mereka dapat menghindari hukuman atas dosa perbuatan mereka.

 

E.              Baca Kejadian 3:12 -13. Apakah maksud pernyataan “Harapan” untuk Adam dan Hawa Sekarang? (Baca Kejadian 3:3. Adam dan Hawa mengetahui hukuman bahwa ketidaksetianan dan memakan buah yang dilarang akan menyebabkan kematian. Mereka berharap untuk tidak disalahkan.)

 

F.                  Baca Kejadian 3:16. Bagaimana kehidupan Hawa telah berubah?

 

1.      Perubahan mendasar apakah yang ada  pada Hawa dan Adam?

 

G.                 Baca Kejadian 3:17. Bagaimana kehidupan berubah bagi Adam?

 

1.      Perubahan mendasar apakah yang telah terjadi pada masa depan Adam?(Dia akan mati).

 

H.                 Mari kita kembali ke dua ayat sebelumnya. Baca Kejadian 3:14-15. Harapan apa yang dapat anda temukan disini? (harapan bahwa pada akhirnya dosa dapat dikalahkan dan Adam dan Hawa dapat kembali ke keadaan seperti sebelumnya.)

 

I.                   Apakah penting untuk meninjau kembali harapan-harapan kita. Untuk menyakinkan bahwa kita mengharapkan sesuatu yang tepat.

 

1.      Mana yang lebih baik, harapan atau kepatuhan ? Apakah kedua hal ini saling berhubungan.

 

II.                 Berharap pada sesuatu yang salah

 

A.     Kita melihat bahwa Hawa, yang seharusnya tidak berharap untuk sesuatu, dalam kenyataanya berharap untuk sesuatu yang menghancurkan  bagi dia. Mari baca Amsal 11:28 dan pasal 18:10 – 11. Apakah dua benda pilhan dari harapan yang disebutkan dalam kedua ayat ini? ( Berharap untuk kekayaan dan berhrap di dalam Tuhan.)

 

1.      Perhatikan Amsal 18:10-11 menyarankan bahwa keduanya Tuhan dan uang menyediakan  perlindungan yang sama. Nama Tuhan adalah “menara” dan kekayaan adalah “kota perlindungan.” Apakah perbedaan kedua hal tersebut? (Kekayaan bukanlah perlindungan yang teguh. Amsal 11:28 mengatakan kepada kita bahwa kekayaan akan lenyap dan Amsal 18:11 kita hanya berangan bahwa kekayaan adalah sebuah tembok yang  tidak dapat diukur. )

 

2.      Firman Tuhan mengatakan bahwa pengharapan pada uang tidaklah sebaik pengharapan kepada Tuhan. Angkat tanganmu jika anda setuju dengan pernyataan ini?

 

a.      Bagi yang setuju, saya akan memberi pertanyaan lain kepada anda: Mana yang akan anda pilih, cek yang ada ditangan kasir dengan sejumlah daftar harga mobil yang anda inginkan, atau doa saya supaya anda mendapatkan sebuah mobil baru?

 

(1). Bukan di bagian ini kita perlu bertanya kepada Tuhan untuk menambahkan iman kita?

 

(2). Atau Apakah saya sedang menanyakan anda sebuah pertanyaan jebakan?

 

(3). Mari kita lihat beberapa bacaan.
Baca : Yeremia 17:5 dan Yesaya 31:1. Apakah bacaan tersebut mengatakan bahwa saya sedang menjebak anda saat saya bertanya tentang cek kasir dan doa? ( Ya. Tidak ada pengganti untuk percaya kepada Tuhan. Bacaan ini membahas pemasalahan percaya pada uang atau orang lain, bukan Tuhan. Percaya kepada uang dan berbalik dari jalan Tuhan. Orang Kristen disarankan untuk memahami keuntungan yang didatangkan oleh uang. Pesan Firman Tuhan adalah jika kamu hanya percaya kepada uang, kamu akan dikecewakan.)

 

          a. Baca Matius 6:24. Bagaimana bacaan ini sesuai dengan diskusi kita?

 

B.      Baca Matius 7:22-23. Dalam apa orang-orang ini berharap?

 

1.      Apakah mereka sedang percaya kepada suatu hal yang salah? (Sepertinya mereka percaya hanya kepada pekerjaan mereka sendiri. Tuhan berkata bahwa Dia tidak pernah mengenal orang-orang ini.)

 

2.      Baca Matius 7:21. Apakah yang dikatakan bacaan ini merupakan dasar yang sesuai untuk pengharapan?

 

 

3.      Apakah menurutmu bahwa pesan yang terdapat pada ayat 21 berlawanan dengan ayat 22-23? (Ini tampaknya hanya berjalan di permukaannya saja. Orang-orang  pada ayat 21  yang memanggil- manggil Tuhan tidak diselamatkan meskipun mereka melayani Tuhan. Sedangkan  orang-orang pada ayat 22-23 telah bekerja tapi tidak mengenal Allah. Saya berpendapat bahwa pesan ini adalah beriman dan bekerja merupakan sesuatu yang perlu untuk menjadi seorang Kristen yang sungguh-sungguh.)

 

a.      Dalam hal apa, Apakah kita perlu meletakan pengharapan kita? (Iman. Pekerjaan akan berarti jika meminta kepada Tuhan dengan iman.)

 

 

III.              Rencana Tuhan atas harapan kita.

 

A.     Pesan pelajaran kita sejauh ini adalah bahwa kita perlu meletakan harapan kita kepada Tuhan, tidak pada yang lainnya. Mari kita lihat apa yang dikatakan Tuhan tentang harapan kita. Baca Yeremia 29:11.

 

1.      Apa yang Tuhan punya untuk kita? (Rencana)

 

2.      Jika Tuhan mengikuti “rencana Apakah yang Tuhan inginkan untuk diberikan kepada kita? (kemakmuran, harapan dan masa depan.)

 

 

3.      Jika anda berfikir kembali tentang cerita Hawa dan Setan, rencana apa yang Setan buat kepada Hawa? Apa yang ingin Setan berikan kepada Hawa? (Setan ingin menghancurkan Hawa--ŕ yang mana dengan jelas bertentangan dengan apa yang Tuhan katakana  dan rencanakan buat kita manusia.)

 

B.      Kawan, pilhan ada pada anda. Tuhan mengundang kita untuk meletakan harapan dan kepercayaan kita kepada Dia. Tuhan hanya memiliki sesuatu yang baik dalam pikirannya untuk kita dalam “rencananya” Tetapi kita dapat meletakan harapan dan kepercayaan kita pada orang lain atau sesuatu benda. Namun benda-benda ini tidak dapat diandalkan dan mungkin kita tidak dapat mengandalkan orang lain juga.

 

IV. Minggu depan: Pengharapan pada Perjanjian Lama.